ACEHFOOTBALL.net – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada dua sekolah sepak bola (SSB) asal Banda Aceh yang akan mewakili Aceh pada Festival Sepak Bola Piala Presiden 2026 di Yogyakarta.
Kedua tim tersebut adalah SSB Barona U-10 dan Lambhuk Football Academy U-12. Irwansyah melepas keberangkatan skuad cilik itu secara sederhana di rumah dinasnya, Jumat (3/7/2026) kemarin.
Menurutnya, keberhasilan kedua tim melaju ke tingkat nasional merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih, dan orang tua dalam membina bakat sepak bola sejak usia dini.
“Alhamdulillah saya bisa ikut melepas adik-adik yang keren, yang akan mewakili Aceh untuk mengikuti Festival Sepak Bola Piala Presiden 2026 kategori U-10 dan U-12,” ujar Irwansyah.
Ia mengucapkan selamat kepada SSB Barona Banda Aceh dan Lambhuk Football Academy yang berhasil menjadi wakil Aceh setelah meraih prestasi sebagai juara di tingkat provinsi.
“Selamat kepada SSB Barona Banda Aceh dan Lambhuk Football Academy yang bukan hanya mewakili Banda Aceh, tetapi juga berhak mewakili Aceh karena berhasil menjadi juara di tingkat provinsi beberapa waktu lalu,” katanya.

Irwansyah berharap para pemain dapat memanfaatkan kesempatan tampil di tingkat nasional sebagai ajang menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, hasil pertandingan memang penting, namun yang tidak kalah berharga adalah pengalaman bertanding, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta mental juara yang akan menjadi bekal bagi para pemain di masa depan.
Ia juga berpesan agar seluruh pemain tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah selama mengikuti turnamen.
“Semangat terus, kerja keras, pantang menyerah, dan insyaallah semoga bisa bersaing di level nasional serta meraih prestasi,” pesannya.
Irwansyah menilai prestasi yang diraih SSB Barona dan Lambhuk Football Academy menunjukkan bahwa Banda Aceh dan Aceh memiliki potensi besar dalam pembinaan sepak bola usia dini.
Karena itu, ia berharap pembinaan terhadap pemain muda terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, sekolah sepak bola, klub, dan orang tua.
“Semoga semakin banyak bibit-bibit pesepak bola Aceh yang lahir dari pembinaan seperti ini. Mereka adalah aset daerah yang kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Aceh, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di level internasional,” tutupnya.





















Komentar