ACEHFOOTBALL.net — Di balik riuh sorak penonton dan ketegangan pertandingan sepak bola, ada suara yang mampu menghidupkan setiap momen.
Bagi pecinta sepak bola Aceh, suara itu milik Sahreza atau yang lebih dikenal sebagai Bung Rez.
Perjalanan pria kelahiran Banda Aceh, 11 September 1991, ini bukanlah kisah tentang seseorang yang langsung menembus panggung besar.
Kariernya justru berawal dari lapangan-lapangan sederhana di pelosok Aceh, menjadi komentator turnamen antar-kampung (tarkam) dengan fasilitas seadanya.
Di atas panggung kayu di pinggir lapangan tanah berbatu, Bung Rez belajar bahwa tugas komentator bukan sekadar melaporkan jalannya pertandingan.
Lebih dari itu, ia harus mampu membangun emosi, menghadirkan suasana, dan membuat penonton ikut merasakan setiap detik pertandingan.
Kemampuan bertuturnya yang lugas, dipadukan dengan pemahaman taktik sepak bola serta sentuhan diksi khas Aceh, membuat namanya cepat dikenal di berbagai turnamen lokal. Namun, baginya, dunia komentator tidak berhenti di level tarkam.
Titik balik perjalanan itu datang pada 2022. Bung Rez mengikuti Commentator Challenge, kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh merek perawatan pria Kahf.
Ia berhasil mengungguli puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan keluar sebagai pemenang.
Kemenangan tersebut membawanya ke Doha, Qatar, untuk menyaksikan langsung kemegahan Piala Dunia 2022.
Pengalaman berada di pusat pesta sepak bola dunia menjadi ruang belajar berharga yang semakin memperkaya perspektifnya dalam menganalisis permainan.
Sepulang dari Qatar, Bung Rez semakin aktif mengisi berbagai turnamen bergengsi di Aceh, mulai dari HIPMI Aceh Cup, Bank Aceh Cup, Byond Cup hingga Amla Cup. Namanya kian akrab di telinga penikmat sepak bola daerah.
Empat tahun kemudian, kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Pada November 2025, Bung Rez dipercaya menjadi komentator laga Liga 2 Indonesia antara Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC.
Momen tersebut menjadi tonggak penting yang menandai transisinya dari panggung tarkam menuju kompetisi profesional nasional.
Meski bertugas langsung dari stadion, suaranya kini dapat didengar penonton dari berbagai daerah melalui siaran platform Vidio.
“Ini kesempatan bagi putra daerah untuk mewujudkan mimpi. Meskipun jauh dari ibu kota negara, kami tetap bisa mendapat kepercayaan,” ujar Bung Rez.
Sejak saat itu, ia rutin mengisi siaran langsung pertandingan Persiraja di Liga 2, termasuk saat menghadapi Sriwijaya FC, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Garudayaksa FC, hingga Sumsel United.
Di luar profesinya sebagai komentator, Bung Rez dikenal sebagai pencinta sepak bola sejati. Klub favoritnya adalah AS Roma dan Persiraja.
Ia mengidolakan legenda Italia Francesco Totti serta dua ikon sepak bola Indonesia, Firman Utina dan Zulfiandi. Sementara dari dunia komentator, ia banyak terinspirasi oleh Peter Drury, Valentino Jebreeet, dan Rendra Soedjono.
Perjalanan Bung Rez menjadi bukti bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari tempat yang besar.
Dari lapangan kampung di Aceh hingga siaran Liga 2 yang ditonton secara nasional, ia membuktikan bahwa konsistensi, keberanian, dan kecintaan terhadap sepak bola mampu membuka jalan menuju panggung yang lebih luas.




















Komentar