ACEHFOOTBALL.net — Langkah Peureulak Raya terhenti di babak 32 besar Liga 4 Nasional 2024/2025.
Dalam laga penentuan Grup X yang berlangsung Minggu (4/5/2025), wakil Aceh tersebut hanya mampu bermain imbang melawan Persebata Lembata dengan skor 1-1.
Hasil yang tidak cukup untuk meloloskan mereka ke babak 16 besar.
Dalam pertandingan yang digelar sebagai penentu nasib, Peureulak Raya sempat unggul berkat gol spektakuler Aulia Fikri melalui aksi solo run. Namun, Persebata Lembata mampu menyamakan kedudukan di akhir babak kedua, memaksa laga berakhir imbang.
Dengan hasil tersebut, Peureulak Raya hanya mengoleksi empat poin dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan, yang membuat mereka terpuruk di posisi ketiga klasemen Grup X.
Hasil ini membuat mereka gagal melanjutkan langkah ke babak 16 besar Liga 4
Peureulak Raya membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos, namun mereka gagal menembus pertahanan Persebata yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Dengan tambahan satu poin, Peureulak Raya hanya mengumpulkan total empat poin, tertinggal dari Persebata yang memuncaki klasemen Grup X.
Sementara itu, Persebata Lembata dipastikan melaju ke fase gugur sebagai juara grup, menyusul hasil positif di dua laga sebelumnya.
Dengan komposisi tim yang solid dan dukungan penuh dari publik Nusa Tenggara Timur, Persebata menjadi satu-satunya wakil NTT yang melangkah ke babak 16 besar.
Pelatih Peureulak Raya, Rizki Zulfikri, mengakui bahwa hasil ini sangat mengecewakan. “Kami telah berjuang keras, namun sepak bola kadang tidak sesuai harapan. Saya apresiasi kerja keras para pemain. Pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan,” ujarnya seusai laga.
“Kami butuh menang di laga ini. Sayangnya, kehilangan fokus di babak kedua. Tapi ini jadi pengalaman penting untuk tim muda seperti kami,” ujar dia lagi.
Dengan tersingkirnya Peureulak Raya, Aceh dipastikan tidak memiliki wakil lagi di babak 16 besar Liga 4 Nasional musim ini. Fokus kini akan diarahkan ke evaluasi tim dan pembinaan jangka panjang di level regional.




















Komentar