ACEHFOOTBALL.net — Kedisplinan diterapkan cukup ketat oleh manajemen Jong Aceh Football Academy. Paling tidak itu yang dirasakan Akbarul Hakim, pemain angkatan pertama akademi tersebut.
Sebagai generasi pertama di Jong Aceh, Akbarul yang lahir pada tahun 2005 ini sudah bergabung sejak Jong Aceh FA terbentuk pada 2017. Saat itu, ia baru berusia 13 tahun.
Akbar adalah attacking midfielder andalan tim usia-15 Jong Aceh FA. Pemain yang memiliki kecepatan dan penguasaan bola diatas rata-rata diusianya ini selalu menjadi pilihan utama.
Bersama Jong Aceh FA, Akbar telah mengikuti berbagai turnamen hingga ke negeri jiran Malaysia dan meraih berbagai prestasi. Tapi saat ini Akbar sedang dalam posisi yang kurang menyenangkan.
Dia sedang menjalani masa hukuman dari manajemen Jong Aceh FA. Hukuman larangan tampil di lima pertandingan timnya. Akbar pun harus menerimanya dengan pasrah.
Hukuman ini dijatuhkan manajemen terhadap Akbar karena dia melanggar aturan yang telah ditetapkan. “Dosa” Akbar adalah bermain dengan SSB lain. Padahal, saat itu dia sedang dalam posisi cedera.
Karena cedera tersebut, Jong Aceh memberi dispensasi, agar Akbar fokus pada pemulihan cedera. Namun, dalam masa itu, dia malah tampil bersama tim lain. Dalam keterangannya, Akbar membenarkan hal ini .
Ia mengaku menerima hukuman tersebut dengan lapang dada. Hal ini disebabkan karena di Jong Aceh dia tidak hanya mendapatkan ilmu sepakbola tapi juga mendapat pelajaran tentang tata krama dan kesantunan seperti di dalam sebuah keluarga.
Kata dia, sosok Founder Jong Aceh FA, Teuku Adee Ferdian yang kerap dipanggil “ayah” oleh semua pemain merupakan panutan bagi Akbar. Bahkan dia sudah menganggap sebagai Ayah kedua selain ayah kandungnnya di rumah.

“Saya pribadi minta maaf atas kesalahan ini. Memang kami sebagai pemain harus menghormati aturan-aturan di akademi. Apalagi itu juga untuk kebaikan kami para pemain,” kata Akbar.
Pelatih Jong Aceh FA, Teuku Adee juga mengungkapkan hal serupa mengenai aturan yang berlaku di akademinya. Ia mengatakan, walaupun secara pribadi Akbar telah datang untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya, tapi hukuman tetap berlaku.
Disebutkan, hal ini dilakukan sebagai pembelajaran bagi semua siswa akademi agar mematuhi aturan yang telah disepakati bersama. “Ini bukan untuk menghambat karirnya, tapi justru untuk mengajarkan sikap agar belajar lebih professional bagi Akbar di kemudian hari,” tutup coach Adee.




















Komentar