ACEHFOOTBALL.net — Perebutan tempat ketiga Liga 4 Aceh 2025/2026 menghadirkan duel dua tim dari dua ujung wilayah Aceh.
PSGL Gayo Lues akan menghadapi Kuala Nanggroe FC Banda Aceh pada Jumat (10/4/2026) malam di Stadion Blang Paseh, Sigli.
Meski bukan partai final, laga ini diprediksi tetap berlangsung sengit karena menjadi ajang pelampiasan bagi kedua tim setelah gagal melangkah ke partai puncak.
PSGL maupun Kuala Nanggroe sama-sama datang dengan luka kekalahan di semifinal. Namun perjalanan keduanya menuju empat besar menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari tim terbaik di Liga 4 Aceh musim ini.
PSGL Gayo Lues sebelumnya harus mengakui keunggulan Alfarlaky FC di semifinal setelah takluk 1-3. Dalam pertandingan tersebut, PSGL sempat mencoba memberikan perlawanan melalui permainan direct yang mengandalkan trio Fitian Husni, Adli Ramadhan, dan Khairul Salim. Namun mereka kesulitan menembus pertahanan Alfarlaky yang tampil solid.
Gol cepat yang diciptakan Saifuddin alias Sabirin pada menit keenam membuat PSGL berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.
Meski mencoba bangkit lewat serangan-serangan langsung dan umpan lambung, lini belakang Alfarlaky yang dikomandoi Nazar Abu Mane dan Juli Anggara berhasil meredam sebagian besar ancaman.
Di sisi lain, Kuala Nanggroe FC mengalami kekalahan yang bahkan lebih menyakitkan. Tim asal Banda Aceh itu harus menelan kekalahan telak 0-5 dari PSAP Sigli pada semifinal.
Dalam laga tersebut, Kuala Nanggroe kesulitan membendung agresivitas tuan rumah.
PSAP langsung memimpin melalui Ridha Umami pada menit kesembilan sebelum Aulia Fikri mencetak dua gol cepat pada menit ke-12 dan 31.
Dominasi PSAP terus berlanjut hingga babak kedua dengan tambahan gol dari Aji Gumelar pada menit ke-88 dan Rajulul di masa injury time.
Meski demikian, perjalanan Kuala Nanggroe hingga semifinal tetap layak diapresiasi. Sepanjang fase grup hingga babak gugur, mereka mampu menunjukkan performa kompetitif yang membawa tim ini menjadi salah satu kejutan dalam kompetisi.
PSGL Gayo Lues juga memiliki cerita serupa. Sebagai wakil dari wilayah pegunungan Aceh, mereka berhasil melangkah jauh dengan semangat juang tinggi serta permainan kolektif yang cukup solid.
Pertemuan kedua tim di laga perebutan tempat ketiga ini pun menjadi menarik karena mempertemukan dua karakter berbeda.
PSGL dikenal mengandalkan permainan direct dan fisik, sementara Kuala Nanggroe lebih mencoba membangun serangan melalui kombinasi umpan.
Selain memperebutkan posisi ketiga, pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menutup kompetisi dengan catatan positif.
Kemenangan di Blang Paseh akan menjadi penghibur setelah kegagalan mereka menembus final.
Karena itu, meski bukan partai perebutan gelar juara, duel PSGL Gayo Lues melawan Kuala Nanggroe FC tetap diprediksi berlangsung panas.
Kedua tim dipastikan akan tampil habis-habisan demi menjaga harga diri dan kebanggaan daerah masing-masing di panggung Liga 4 Aceh musim ini.





















Komentar