• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Minggu, Januari 18, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Minggu, Januari 18, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Politik Masih Menentukan Sepakbola Aceh?

Redaksi Redaksi
Senin, 06/03/2017 - 17:02 WIB
in Bola Aceh, Opini
Soal Persiraja, Aminullah Mengaku Malu, Kenapa?

Musda Persiraja beberapa waktu lalu, mengamanatkan Formatur membentuk badan usaha alias PT

Share on FacebookShare on Twitter

DINDING berupa batu-bata lima meter dengan mudah ditembus oleh banyak anak-anak pondok (pesantren). Melewati kuburan tengah malam, lari dari kejaran anjing gila, hanya untuk menonton pertandingan sepakbola. Jika ketahuan oleh teungku (ustaz), maka bersiaplah mendapat hukuman.

Itu sudah delapan tahun lalu, saat Cesar Bravo masih memperkuat PSLS Lhokseumawe, saat pejabat pemerintah menghamburkan uang rakyat untuk sepakbola. Saat gemuruh Stadion Tunas Bangsa -markas Laskar Pasee PSLS- masih terasa.

Tahun 2017, saya berharap sepakbola Indonesia sudah bisa masuk dalam pembahasan taktik dan bagaimana strategi permainan untuk memenangkan sebuah laga.

Namun, sayangnya itu belum sampai ke tanah Aceh. Pemain-pemain bola yang berkarier di Aceh, masih berkutat seputar menuntut gaji yang tak kunjung tuntas.

INFO BOLALAINNYA

SMAN 3 Banda Aceh Juara JONGACEH Youth Cup Serie II 2025

SMAN 3 Banda Aceh Juara JONGACEH Youth Cup Serie II 2025

15/12/2025 - 01:19 WIB
JongAceh Youth Cup Serie II Ditunda Sepekan akibat Dampak Banjir

JongAceh Youth Cup Serie II Ditunda Sepekan akibat Dampak Banjir

05/12/2025 - 07:48 WIB
Liga 4 Aceh: 17 Klub Adu Gengsi, Gayo Lues Jadi Tuan Rumah Pembuka

Liga 4 Aceh: Dua Grup Rampung, Empat Tim Pastikan Tiket 8 Besar

23/11/2025 - 13:17 WIB
Fourgee Minisoccer Championship Resmi Bergulir, Dibuka Ketua Komisi X DPR-RI

Fourgee Minisoccer Championship Resmi Bergulir, Dibuka Ketua Komisi X DPR-RI

22/11/2025 - 15:56 WIB

Saat PSLS Lhokseumawe bermain di Indonesia Premier League (IPL) tahun 2013, ada Camara Fassawa, Sergei Litvinov, dan Carlos Raul yang menjadi pujaan Pasee Mania –suporter PSLS- sebagai trio asing, meski saya sedikit kecewa pada Raul karena janji untuk tukar kaos di akhir musim, tidak ditepatinya.

Saya tetap maklum, mungkin karena gaji tak dibayar, imbasnya saya yang hanya penikmat bola, juga ikut tak dapat baju bernomor 27 itu. Tapi dia orang yang baik. Setiap saya ke hotel tempatnya menginap, ia tetap mengambil flashdisk untuk mengkopi isi memori kamera saya.

Namun, pengalaman di Indonesia mungkin tak akan dilupakan oleh kerabatnya, yang kini sudah dideportasi ke Rusia, Sergei Litvinov. Gajinya tak kunjung dibayar hingga sempat tak jelas hidupnya di Indonesia. Kini dia sudah menjadi pemain futsal di negaranya, Rusia.

Tahun 2017, adalah tahun pemilu, saya tidak terkejut ketika nasib Persiraja Banda Aceh akan ditentukan usai pemilu. Maklum saja, pemegang kendali Persiraja dari manajemen hingga basis fans adalah aktor politik.

Hal ini tentu punya makna ganda. Bisa bagus karena aktor politik punya kemampuan untuk “mencari uang”. Tapi, bisa juga justru klub tak dikelola dengan sebagaimana mestinya. Maka jangan penasaran ketika pemain Aceh banyak yang sukses ketika merantau, daripada bermain di tanah sendiri.

Melahirkan tim nasional yang disegani antarbangsa adalah tujuan akhir dari pembinaan pemain dalam sebuah kompetisi. Sayangnya, Liga 2 (Divisi Utama) Tak seksi dari segi pemasaran dan pemantauan pemain berbakat.

Artinya tidak diketahui bagaimana permainan tim-tim di kasta kedua ini, tidak kecuali siaran langsung di televisi, pemberitaan di media nasional pun kadang ada, sering tidak. Kecuali Persebaya Surabaya yang dimiliki oleh media besar Jawapos.

Kondisi serupa pun menimpa Persiraja Banda Aceh. Minimnya pemberitaan dan antusiasme publik jadi alasan manajemen mengapa sponsor sulit masuk dan nadi klub pun sulit berdenyut.

Alasan lain yang coba dikemukakan adalah letak geografis Aceh yang berada di ujung paling barat negeri, tapi kita tahu Persipura di ujung timur sukses berprestasi.

Regulasi baru untuk kompetisi Liga 2 sebenarnya baik untuk Persiraja. Klub dilarang menggunakan pemain asing. Usia pemain juga dibatasi maksimal 25 tahun dengan catatan diperbolehkan mempunyai pemain berusia di atas 25 tahun sebanyak lima pemain saja. Dan inilah yang Persiraja banget.

Jika dirata-ratakan, pemain klub berjuluk Laskar Rencong ini, diisi pemain berusia 22 tahun. Bahkan Persiraja sangat terbuka menampung pemain binaan PPLP Aceh.

Hal ini tentu sesuai dengan program Garuda Emas yang dicanangkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Program untuk mengantar Indonesia bermain di Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2026.

Namun, yang menyedihkan Persiraja masih sakit-sakitan. Kalau kompetisi mau bergulir, harus pikir-pikir dulu, ikut atau tidak. Padahal Aceh memiliki segudang pemain berbakat.

Bukan berandai-andai, lihat saja PPLP Aceh, dengan generasi pemain berbeda tetap mampu menjadi juara dua tahun berturut-turut. PPLP Aceh pada tahun 2015 dan 2016 meraih juara PPLP se-Indonesia, artinya Aceh memiliki bibit yang baik. Mereka siap dipanggil untuk menjadi bagian dari klub profesional.

Justru yang disayangkan saat ini adalah dengan besarnya potensi pemain muda di Aceh, tidak diikuti oleh pengelolaan klub yang profesional. Banyak pemain Aceh yang merantau, sebut saja alumni Persiraja, Syakir Sulaiman, Miftahul Hamdi di Bali United, Hendra Sandi di Bhayangkara FC.

Teranyar, tiga eks pemain Persiraja musim lalu kini sudah berlabuh ke Persebaya Surabaya, Fani Aulia, Andri Muliadi, dan Miswar Syahputra. Bahkan Fani membuktikan dirinya yang masih berusia 21 tahun adalah pemain bertalenta dengan mencetak satu gol di debutnya dalam Piala Dirgantara.

Walaupun usang, harapan untuk melihat Persiraja yang lebih sehat bertumpu pada kiprah Walikota Banda Aceh terpilih, Aminullah Usman. Beliau tentu sadar masyarakat rindu kiprah Laskar Rencong.

Setelah APBD tidak diperbolehkan untuk sepakbola profesional dan hingga kini belum ada regulasi khusus yang mengatur kembali diperbolehkannya APBD seperti yang diwacanakan beberapa waktu lalu, pekerjaan untuk mengelola klub akan lebih berat.

Aminullah Usman perlu merapatkan barisan dengan manajemen Persiraja untuk menentukan langkah menatap masa depan. Mesti bagaimana mereka bersikap dan melangkahkan kaki, agar kita bisa kembali bersorak untuk Persiraja hingga bisa menikmati kembali kejayaan seperti era 1980-an.

Penulis: Ariful Azmi Usman
Sumber:  fandom

Tags: headlinepersiraja
ShareTweetPin
Previous Post

Philep Hansen: Pelatih Berlisensi B AFC Untuk Liga 2

Next Post

Mantap, 5 Pemain Aceh Lolos Seleksi Timnas U-19

BERITA BOLA LAINNYA

Besok JongAceh Youth Cup II Dibuka, 12 Sekolah Siap Tempur

Hasil Pembagian Grup JongAceh Youth Cup Serie II 2025

19/11/2025 - 09:58 WIB
Turnamen Piala Wali Kota Banda Aceh Masuki Babak 8 Besar

Turnamen Piala Wali Kota Banda Aceh Masuki Babak 8 Besar

17/11/2025 - 10:24 WIB
Liga 4 Aceh: 17 Klub Adu Gengsi, Gayo Lues Jadi Tuan Rumah Pembuka

Liga 4 Aceh: 17 Klub Adu Gengsi, Gayo Lues Jadi Tuan Rumah Pembuka

15/11/2025 - 11:26 WIB
Piala Wali Kota Banda Aceh Resmi Bergulir di Lambung

Piala Wali Kota Banda Aceh Resmi Bergulir di Lambung

15/11/2025 - 10:42 WIB
16 Tim Turun di Turnamen Sepak Bola Pelajar Perebutkan Piala Wali Kota

16 Tim Turun di Turnamen Sepak Bola Pelajar Perebutkan Piala Wali Kota

14/11/2025 - 19:33 WIB
Heri Julius Buka Restorasi Cup I di GOR Lambung, 12 Tim Siap Bersaing

Heri Julius Buka Restorasi Cup I di GOR Lambung, 12 Tim Siap Bersaing

01/11/2025 - 16:45 WIB
Jong Aceh Gelar Turnamen Pelajar SMA se-Banda Aceh dan Aceh Besar

Jong Aceh Gelar Turnamen Pelajar SMA se-Banda Aceh dan Aceh Besar

31/10/2025 - 16:45 WIB
Liga 4 Aceh: PSGL Gayo Lues Tantang Al Farlaky di Laga Pembuka

Liga 4 Aceh: PSGL Gayo Lues Tantang Al Farlaky di Laga Pembuka

24/10/2025 - 10:47 WIB
Ini Dia Konsep Liga Sepak Bola Aceh Modern dan Berkelanjutan

Ini Dia Konsep Liga Sepak Bola Aceh Modern dan Berkelanjutan

19/10/2025 - 10:12 WIB
Hanya 17 Tim Ikut Liga 4 Asprov PSSI Aceh, Kick-off 15 November

Hanya 17 Tim Ikut Liga 4 Asprov PSSI Aceh, Kick-off 15 November

25/09/2025 - 20:51 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Jadwal Pekan Ke-5: Ada Duel Tim Papan Bawah di Grup Barat

    Jadwal Pekan ke-16: Ada Duel Klasik Persiraja Vs PSMS Medan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyegaran Skuad Paruh Musim, Persiraja Depak Sejumlah Pemain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Barito Putera Kokoh di Puncak, Persaingan Grup 2 Makin Ketat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persaingan Ketat Grup 1, Persiraja Jaga Asa Masuk Papan Atas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Tujuh Tim Liga 2 Yang Terdegradasi ke Liga 3 Musim Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Ramadhan Cetak Quattrick, FC Bekasi City Gilas Sriwijaya FC di Patriot

Ramadhan Cetak Quattrick, FC Bekasi City Gilas Sriwijaya FC di Patriot

17/01/2026
Bekasi City Pesta Gol, Kokohkan Posisi Empat Besar Grup 1

Bekasi City Pesta Gol, Kokohkan Posisi Empat Besar Grup 1

16/01/2026
Barito Putera Bidik Poin Ke-15, Teco Ingatkan Pemain Tetap Fokus di Kudus

Barito Putera Kokoh di Puncak, Persaingan Grup 2 Makin Ketat

15/01/2026
Jadwal Pekan Ke-5: Ada Duel Tim Papan Bawah di Grup Barat

Jadwal Pekan ke-16: Ada Duel Klasik Persiraja Vs PSMS Medan

15/01/2026
Persaingan Ketat Grup 1, Persiraja Jaga Asa Masuk Papan Atas

Persaingan Ketat Grup 1, Persiraja Jaga Asa Masuk Papan Atas

15/01/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • A-SPORT
  • ANALISIS
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia