
ACEHFOOTBALL.com — Mantan asisten pelatih Timnas SEA Games Singapura 2015, Muhammad Al Hadad merasakan dampak dari SK pembekuan Kemenpora yang berakibat munculnya sanksi FIFA terhadap PSSI.
Dia berharap kedatangan utusan FIFA/AFC ke Indonesia bisa mengetuk hati Presiden Jokowi sehingga kondisi sepakbola normal kembali.
“Saya berharap kedatangan utusan FIFA/AFC bisa mengetuk hati pak Jokowi sehingga kondisi sepakbola Indonesia bisa normal kembali. Bukan hanya saya saja tetapi seluruh masyarakat sepakbola merindukan adanya kompetisi,” katanya di Jakarta, Minggu (1/11).
Menurut Muhammad Al Hadad yang akrab dipanggil Mamak, dampak terhentinya kompetisi sangat besar terhadap pembinaan olahraga sepakbola. “Kompetisi itu merupakan jantung pembinaan sepakbola. Tanpa kompetisi, kita tidak mungkin bisa meningkatkan prestasi,” tandasnya.
Sementara itu, delegasi FIFA/AFC telah tiba di Jakarta, Minggu (1/11) dengan waktu yang berbeda-beda. Delegasi bersama ini terdiri dari Kohzo Tashima (FIFA) dengan anggota H.R.H Prince Abdullah (FIFA) dan Mariano Araneta (AFC). Kemudian, para Direktur AFC yakni James Johnson, Sanjeevan, dan John Windsor.
Sekjen PSSI, Azwan Karim mengatakan rombongan FIFA/AFC akan bertemu dengan PSSI, Presiden RI, Menpora, PT Liga Indonesia, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov), Media (SIWO), dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).
“PSSI masih menunggu kepastian Presiden Jokowi agar bisa bertemu delegasi bersama FIFA dan AFC ini. PSSI juga berharap pertemuan ini menjadi titik awal pencerahan sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, jelasnya, tujuan dari kedatangan delegasi tersebut adalah mendiskusikan mengenai sanksi FIFA dan syarat serta potensi pencabutannya dari sepakbola Indonesia.
“Diharapkan ada solusi, sehingga sepakbola Indonesia dapat diterima kembali dan mendapat manfaat dalam pergaulan internasional. Sikap dan keputusan yang diambil dari delegasi ini nantinya adalah sikap resmi FIFA. Bukan atas nama perorangan,” tandasnya.
Sumber: pssi




















Komentar