Piala Kemerdekaan sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Namun, klub peserta turnamen yang digagas Tim Transisi dibuat meradang karena match fee yang dijanjikan belum cair.
Berbagai tanggapan muncul setelah match fee yang mereka harapkan untuk menutupi kebutuhan tim belum ada kejelasan.
Seperti diketahui, Tim Transisi Kemenpora, menggandeng Catalunya Sportindo, menjanjikan bonus 50 juta Rupiah bagi setiap tim untuk setiap pertandingan, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh tim peserta.
Manajer Persiba Bantul, Endro Sulastomo, tak membantah jika yang match fee yang dijanjikan beum sampai ke tangan manajemen.
Namun, menurut Edro tim Persiba bantul dan tim-tim lainnya penghuni Grup C masih memberikan kesempatan kepada Tim Transisi untuk melakukan pencairan match fee sesegara mungkin.
“Kita berpikir positif saja, ini menjadi kendala klasik pertandingan. Yang namanya anggaran itu mau tidak mau menjadi kebutuhan pokok, kalau belum keluar kita pun kalang kabut,” kata Endro Sulastomo seperti dilansir INILAHCOM, Minggu (23/8/2015).
Menurut Endro, dengan belum keluarnya match fee maka sudah dipastikan tim manajemen harus memutar otak untuk menutupi kebutuhan tim. Pasalnya, jika tidak mencari jalan keluar maka dipastikan kondisi tim ikut terganggu.
“Terpaksa kita cari dana talangan dulu. Tapi, karena memang ini program prestasi juga punya pikiran positif-lah. Mungkin karena masalah birokrasi saja, masalah mekanisme yang sulit untuk mencairkan dana tersebut,” ujarnya.
Namun, Endro menegaskan jika sampai hari Senin masih belum juga cair, bukan hanya Persiba Bantul, tapi tim-tim lain penghuni Grup C seperti Persibangga Purbalingga, PPSM Magelang, PSIR Rembang, dan Persis Solo sepakat untuk bersikap.
“Tetap kita dan teman-teman (tim lainnya) akan memberikan warning, kalau sampai hari Senin besok tidak keluar kami akan bersikap,” tukasnya.
Editor: Indra




















Komentar