Hari ini, tepat tujuh hari Martunis sudah menghirup udara Portugal. Selama sepekan di Akademi Sporting, Martunis masih beradaptasi dengan suasana setempat.
Keberadaannya sejak dipublikasi pada Rabu (1/7/2015), Martunis memang menghebohkan dunia. Semua terpukau menyimak kisah hidup Martunis hingga dia tampil di malam Gala Honoris Sporting Lisbon.
Ucapan selamat kepada remaja 18 tahun itu memenuhi Twitter, Facebook. Media Jerman bahkan menyebut kisahnya sebagai “dongeng terbesar” sepakbola.
Dikutip ACEHFOOBALL.com dari dw.com, sejumlah media ikut mengomentari soal Martunis yang diboyong Sporting Lisbon.
Adalah “sebuah kisah yang menggerakkan,” tulis mingguan olahraga Jerman Sportbild.
Media-media Eropa lain turut merayakan kedatangan remaja kurus yang lahir pada 2 Mei 1997. “Dongeng terbesar” dalam sepakbola, tulis harian Jerman Die Welt, “kisah ini terlalu indah untuk jadi kenyataan.”
Sementara harian Inggris, Dailymail, menilai pinangan Sporting sebagai “kesempatan besar buat Martunis untuk mengikuti jejak idolanya, Christiano Ronaldo.”
Dalam sebuah artikelnya, media terkemuka di Inggris itu menayangkan berita keberhasil putra asli Tibang, Banda Aceh masuk akademi Sporting lengkap dengan parade foto perjalanan Martunis dari bocah.
“Sporting Lisbon telah mendatangkan korban tsunami, Martunis, yang 11 tahun lalu bencana yang merenggut ibu dan dua saudaranya, memaksa dia bertahan hidup di genangan air selama 21 hari,” tulis media tersebut, Jumat (3/7/2015).
“Dia telah bermain sepak bola dari desanya di Tibang saat gempa terjadi, tetapi terpisah dari keluarganya ketika gelombang tsunami datang,” sebut Metro.co.uk mengisahkan perjuangan Martunis.
ESPN menulis Sporting yang telah menawarkan Martunis untuk bermain di akademi muda mereka, tempat CR7 memulai karier sepak bola sebelum pindah ke Manchester United kemudian Real Madrid. Lengkap dengan testimoni Martunis.
“Martunis akan bekerja di akademi kami. Kami akan bekerja juga dengan dia dalam mengembangkan kemampuannya sebagai manusia,” kata Presiden Sporting, Bruno de Carvalho seperti dilansir ESPN.
Editor: Indra




















Komentar