Berita tentang sosok Matunis, remaja Aceh yang saat ini bergabung pada Akademi Sporting Lisbon U-19, seakan tak habis-habisnya.
Kesempatan yang diberikan akademi yang menghasilkan pesepak bola terkenal semacam Deco, Figo, Nani dan ayah angkatnya Martunis sendiri, Cristiano Ronaldo, membuat nama korban tsunami itu diperbincangkan media-media luar.
Namun, dari pantauan ACEHFOOTBALL.com, masih ada beberapa media yang masih keliru tentang fakta-fakta profil Martunis yang sebenarnya.
Berikut 7 fakta yang dirangkum tim redaksi:
1. Martunis lahir pada 2 Mei 1997 dari pasangan Sarbini dengan Salwa, bukan 10 Oktober 1997.
2. Saat bencana tsunami melanda Aceh tahun 2004, Martunis ditemukan oleh warga Deyah Raya, Syiah Kuala, di rawa-rawa. Kemudian Martunis diserahkan ke kru televisi media Inggris, Skynews, yang saat itu kebetulan berada di lokasi bencana. Lalu, Martunis langsung di bawa Save the Children lalu ke rumah sakit Fakinah.
3. Martunis terapung di laut selama 21 hari, bukan 19 hari sebagaimana ditulis oleh beberapa media.
4. Selama ini, Martunis bukan pesepakbola profesional. Dia tidak pernah bermain untuk klub PSAP Sigli, Martunis hanya bergabung pada klub amatiran yang diisi para jurnalis-jurnalis, Warta FC, Junior Sakti, dan lain-lain.
5. Persiraja Banda Aceh, tak pernah menolak Martunis masuk tim Laskar Rencong. Dia hanya diberikan kesempatan latihan bersama Persiraja untuk mengasah mental dia atas inisiatif Munawardi, orang yang selam ini membimbing dia.
6. Martunis tidak merasa ikut seleksi Timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri. Dia hanya datang karena diundang, apalagi dia sudah kenal dengan pelatih elegan itu. Indra menilai Martunis tak punya skill yang spesial, tapi punya potensi
7. Martunis sudah lama belajar privat bahasa Inggris secara intensif yang digagas pembimbingnya, sebelum kemudian diurus Kedutaan Portugal di Jakarta.
Reporter: Eko Densa





Komentar