ACEHFOOTBALL.net — Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan diri ikut bersaing dalam perebutan tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI tahun 2030.
KONI Abdya dijadwalkan mendaftarkan diri sebagai bakal calon tuan rumah ke KONI Aceh pada pekan depan.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Abdya, Zulkarnaini, mengungkapkan bahwa pihaknya kini sedang mematangkan kelengkapan administrasi bersama sejumlah pemangku kepentingan di daerah tersebut.
“Ya… kita sedang matangkan kelengkapan administrasi bersama pihak terkait di Abdya, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KONI Aceh,” kata Zulkarnaini, yang akrab disapa Ukra, belum lama ini.
Menurut anggota DPRK Abdya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, KONI Abdya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan dukungan sekaligus memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan KONI Aceh.
Ia menyebutkan, komunikasi dengan Bupati Abdya Safaruddin dan jajaran pemerintah daerah juga telah dilakukan untuk membahas persiapan awal pencalonan tersebut.
“Insya Allah kita juga telah berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati Abdya serta jajaran, terkait persiapan awal untuk menjadi tuan rumah PORA XVI. Setelah itu kita akan ke KONI Aceh untuk mendaftarkan diri, yang tentu saja sebelum batas waktu pendaftaran berakhir,” ujar Ukra.
Ukra menilai Abdya memiliki kesiapan awal untuk menjadi tuan rumah karena telah didukung sejumlah fasilitas olahraga. Salah satunya Kompleks Olahraga Sigupai Arena di pusat Kota Blangpidie yang memiliki beberapa venue representatif.
Selain itu, Abdya juga memiliki sejumlah lapangan sepak bola yang dinilai layak dan memenuhi standar PORA serta tersebar di beberapa lokasi yang mudah dijangkau.
“Intinya kita siap untuk masuk kontestasi tuan rumah PORA 2030, dan dukungan kuat telah dilontarkan langsung oleh Pak Bupati Safaruddin,” tegas Ukra, yang juga Ketua DPD PKB Abdya.
Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Aceh, Muslim HS, menjelaskan bahwa pendaftaran bakal calon tuan rumah PORA 2030 telah dibuka sejak 10 Agustus 2026 dan akan ditutup pada 10 November 2026.
“Kita sengaja membuat tahapan pendaftaran itu agak lama, karena pertimbangan peminat tuan rumah PORA untuk mempersiapkan berkas administrasi, yang nantinya akan diverifikasi oleh Tim TPP KONI Aceh melalui rapat lengkap,” tutur Muslim.
Hingga saat ini, baru Kabupaten Aceh Utara yang telah mendaftarkan diri. Berkas usulan daerah tersebut juga telah dinyatakan lengkap secara administrasi oleh TPP KONI Aceh.
Jika Abdya ikut mendaftar dan berkasnya dinyatakan lengkap, Aceh Utara dan Abdya akan masuk dalam bursa bakal calon tuan rumah PORA 2030.
Sebelumnya, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah juga disebut-sebut berminat mengikuti penjaringan. Namun, sejauh ini baru Aceh Utara yang resmi mendaftar, sementara Abdya tengah mempersiapkan berkas pencalonan.
Muslim menjelaskan, setelah masa pendaftaran ditutup dan persyaratan administrasi para bakal calon dinyatakan lengkap, TPP KONI Aceh akan melakukan verifikasi faktual ke lapangan. Pemeriksaan meliputi ketersediaan venue olahraga, akomodasi, serta fasilitas pelayanan dasar lainnya.
Jika hasil verifikasi faktual menyatakan seluruh bakal calon memenuhi persyaratan, status mereka akan ditingkatkan menjadi calon tuan rumah.
“Dan, penentuan tuan rumah akan dilakukan melalui Rakerda KONI Aceh awal tahun 2027, yang pesertanya terdiri atas KONI kabupaten/kota serta unsur Pengprov cabor di bawah binaan KONI Aceh,” pungkas Muslim. []























