Aceh Sports

KONI Pijay Pertanyakan Legalitas Askab PSSI, Soroti Sisi Koordinasi

ACEHSPORT — KONI Kabupaten Pidie Jaya mempertanyakan legalitas kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pidie Jaya. Kepastian status organisasi dinilai penting agar pembinaan sepak bola dan program pengembangan atlet di daerah itu tidak terkendala.

Ketua Harian KONI Pidie Jaya, Saiful Bahri, menegaskan bahwa kejelasan legalitas kepengurusan PSSI di tingkat kabupaten mendesak untuk memastikan pembinaan sepak bola berjalan sesuai mekanisme organisasi.

“Legalitas ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan pembinaan cabor sepak bola di Pidie Jaya. Kami butuh kejelasan agar program-program pembinaan atlet tidak terkendala di kemudian hari,” kata Saiful Bahri.

Persoalan ini mencuat di tengah berakhirnya masa bakti kepengurusan Asprov PSSI Aceh periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Nazir Adam, serta penunjukan Rudi Yulianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh oleh PSSI Pusat.

Saiful, mantan wasit dan pengawas pertandingan (PP), menegaskan KONI Pidie Jaya tidak bermaksud mengintervensi urusan internal maupun menentukan figur pimpinan PSSI kabupaten. Penentuan kepengurusan, menurutnya, merupakan kewenangan PSSI Aceh sesuai mekanisme yang berlaku.

Namun, ia menyayangkan minimnya komunikasi dan koordinasi antara pengurus PSSI Pidie Jaya dengan KONI setempat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keharmonisan hubungan antarlembaga yang memiliki peran dalam pembinaan olahraga.

“Kami tidak mempermasalahkan siapa pun yang memimpin PSSI Pidie Jaya karena itu sepenuhnya kewenangan PSSI Aceh. Siapa pun boleh menjabat ketua atau masuk pengurus, namun jangan lupa untuk berkoordinasi dengan KONI,” tegasnya.

Saiful yang juga menjabat Ketua Ikatan Pembina Olahraga (IPORA) Aceh itu mengingatkan bahwa KONI merupakan salah satu pemangku kepentingan utama dalam pembinaan olahraga prestasi di daerah.

Karena itu, koordinasi antara organisasi cabang olahraga dan KONI diperlukan agar program pembinaan atlet berjalan terarah.

“Perlu kami tekankan bahwa KONI adalah stakeholder pembinaan olahraga prestasi. Karena itu, koordinasi dan harmonisasi antara cabang olahraga dengan KONI sangat penting agar proses pembinaan tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Dukung Plt Ketua PSSI Aceh

Di tengah persoalan legalitas Askab PSSI Pidie Jaya, Saiful menyatakan dukungan terhadap penunjukan Rudi Yulianto sebagai Plt Ketua PSSI Aceh. Menurutnya, penunjukan tersebut memastikan kepemimpinan organisasi sepak bola Aceh tetap berjalan setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya.

“Kita mendukung Plt Ketua PSSI Aceh, Bapak Rudi Yulianto, untuk membenahi sepak bola Aceh,” katanya.

Ia berharap pengalaman Rudi Yulianto sebagai perwira tinggi TNI AD dan Danpomad dapat mendukung pelaksanaan tugasnya dalam memimpin PSSI Aceh.

“Dengan latar belakang beliau sebagai perwira tinggi TNI AD dan Danpomad, saya yakin Bapak Rudi Yulianto bisa menjalankan tugasnya sebagai Plt Ketua PSSI Aceh dengan baik,” ungkap Saiful. []

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *