Aceh Sports

KONI Aceh Tegaskan Syarat Cabor Baru: Minimal 14 Pengcab

ACEHSPORT — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menegaskan cabang olahraga (cabor) baru yang ingin menjadi anggota KONI Aceh wajib memiliki minimal 14 pengurus cabang (Pengcab) kabupaten/kota dan telah melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda).

Ketentuan tersebut berlaku bagi delapan cabor, termasuk Pickleball, yang saat ini telah mendaftar sebagai calon anggota KONI Aceh.

Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi KONI Aceh Teuku Rayuan Sukma mengatakan, persyaratan tersebut mengadopsi ketentuan yang ditetapkan KONI Pusat.

Hal itu disampaikannya saat mewakili Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri atau Pon Yaya membuka Kejurda perdana Pickleball Aceh di Lapangan Distanbun Aceh, Minggu (4/10/2026) pagi.

Menurut Rayuan, penetapan dan pengesahan keanggotaan delapan cabor baru tersebut akan dilakukan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada awal Januari 2027.

“Saya mengimbau seluruh cabor yang telah mendaftar untuk segera memenuhi persyaratan, yakni memiliki 14 Pengcab dan telah melaksanakan Kejurda, sebelum dibahas, ditetapkan dan disahkan dalam Rakerprov KONI Aceh Januari 2027,” ujar Rayuan.

Ia menjelaskan, ketentuan minimal 14 Pengcab mengacu pada formula 50 persen plus satu dari total 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Pengprov Pickleball hari ini sudah memiliki 15 Pengcab, berarti lebih satu dari syarat minimal, dan telah melaksanakan Kejurda perdana yang langsung saya buka. Dengan demikian, Pickleball sudah memenuhi syarat untuk menjadi anggota KONI Aceh,” kata mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh itu.

Selain memiliki kepengurusan di daerah, cabor baru juga wajib membuktikan eksistensinya melalui penyelenggaraan Kejurda.

Rayuan menilai menggelar Kejurda bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan kesiapan organisasi, atlet, soliditas pengurus kabupaten/kota, serta dukungan berbagai pihak agar kejuaraan dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, persyaratan tersebut telah dibuktikan Pengprov Pickleball Aceh melalui pembentukan 15 Pengcab dan penyelenggaraan Kejurda perdana.

Pada kesempatan tersebut, Rayuan mengapresiasi keseriusan Pengprov Pickleball Aceh dalam mengembangkan organisasi dan pembinaan prestasi.

“Insting saya, cabor Pickleball akan maju. Karena sudah memiliki lapangan yang didukung dan banyak pegiat olahraga Pickleball di Aceh,” ujarnya.

Ia berharap Kejurda perdana tersebut menjadi langkah awal bagi Pickleball Aceh untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga prestasi di Aceh.

KONI Aceh selanjutnya menunggu pemenuhan persyaratan dari cabor-cabor lain yang telah mendaftar sebelum proses penetapan keanggotaan dibahas dalam Rakerprov pada Januari 2027. []

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *