Aceh Sports

KSMI Siapkan Timnas Debut di Piala Dunia Sepakbola Mini 2026

Bagi KSMI ini untuk menguji hasil pembinaan sekaligus memperkenalkan potensi pemain Indonesia di tingkat dunia.

ACEHSPORT — Indonesia akan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia Sepakbola Mini atau IMF World Cup Minifootball Antalya 2026 yang berlangsung di Antalya, Turki, pada 1–6 November 2026.

Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) menguji hasil pembinaan sekaligus memperkenalkan potensi pemain Indonesia di tingkat dunia.

Ketua Umum KSMI, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, mengatakan partisipasi Indonesia dalam turnamen tersebut menjadi langkah penting untuk menunjukkan keseriusan organisasi membangun sepakbola mini sebagai wadah pembinaan prestasi generasi muda.

“Kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Partisipasi Timnas KSMI di IMF World Cup Minifootball Antalya 2026 akan menjadi pembuktian bahwa kita serius dan konsisten membangun KSMI sebagai wadah pembinaan prestasi generasi muda ke depan,” ujar Yan.

Persiapan tim nasional telah dilakukan selama beberapa bulan melalui seleksi pemain di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pemain-pemain hasil seleksi tersebut dijadwalkan mengikuti pemusatan latihan nasional di Jakarta mulai 25 Oktober 2026. Pelatnas akan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknik, keterampilan individu, pemahaman taktik, dan kekompakan tim sebelum bertolak ke Turki.

Turnamen di Antalya dijadwalkan diikuti negara-negara dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan. Selain Indonesia, daftar peserta yang disebutkan panitia mencakup tuan rumah Turki, Arab Saudi, Qatar, Irak, Libya, Bahrain, India, Palestina, Austria, Rusia, Tunisia, Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Ghana, Aljazair, serta Brasil.

Yan mengatakan sepakbola mini memiliki prospek untuk berkembang di Indonesia, terutama karena semakin diminati kalangan muda. Namun, menurutnya, pertumbuhan olahraga tersebut perlu ditopang organisasi yang kuat dan pembinaan berkelanjutan.

“Kita memiliki potensi besar karena tren perkembangan minifootball di Indonesia semakin digemari kalangan anak-anak muda. Tantangannya adalah membangun federasi yang kuat, infrastruktur, sosialisasi regulasi yang masif, dan jaringan,” katanya.

Ia menambahkan, KSMI perlu memperkuat infrastruktur, memperluas jaringan organisasi di daerah, menyosialisasikan regulasi, serta memperbanyak kompetisi.

Upaya tersebut diperlukan agar sepakbola mini berkembang bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai jalur pembinaan atlet berprestasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KSMI, Tri Winarno, menilai keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut dapat memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan nasional dan internasional terhadap organisasi.

Menurutnya, dukungan pemerintah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), sponsor, serta International Minifootball Federation (IMF) dibutuhkan untuk mendorong perkembangan sepakbola mini di Indonesia.

“Partisipasi Timnas Indonesia melalui KSMI memberikan trust atau kepercayaan dari stakeholder nasional dan internasional bagi organisasi KSMI ke depannya. Dukungan penuh dari seluruh stakeholder menjadi bagian penting dalam pengembangan minifootball Indonesia,” ujar Tri.[]

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *