ACEHFOOTBALL.net — Persija Jakarta menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu Persik Kediri pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/27.
Sempat tertinggal lebih dahulu, Macan Kemayoran membalikkan keadaan dan menang 2-1 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026) malam.
Dua gol Persija tercipta hanya dalam rentang lima menit pada babak kedua. Denis Kolinger menyamakan kedudukan pada menit ke-64, sebelum kapten tim Rizky Ridho mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-69.
Namun, di balik tiga poin yang diamankan di hadapan Jakmania, pelatih Shin Tae-yong dan Ridho sama-sama menyoroti kondisi lapangan JIS yang dinilai menghambat kedua tim menampilkan permainan terbaik.
Persija lebih dahulu berada dalam tekanan setelah Imanol Garcia membawa Persik unggul pada menit ke-10. Gol itu berawal dari sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan tuan rumah.
Persija berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk dari Arlyansyah Abdulmanan dan Alexander Jeremejeff. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor 0-1 tetap bertahan.
Shin Tae-yong merespons situasi tersebut dengan melakukan dua pergantian pemain pada awal babak kedua. Rizky Ridho dan Kwon Chang-hoon masuk menggantikan Fabio Calonego dan Witan Sulaeman.
Perubahan itu diikuti peningkatan tekanan Persija. Hasilnya terlihat pada menit ke-64 ketika Kolinger menyambut tendangan bebas Rayhan Hannan dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Lima menit kemudian, Persija berbalik unggul. Kolinger kali ini menjadi kreator melalui umpan lambung yang disambut Ridho dengan sepakan kaki kanan pada menit ke-69. Gol tersebut memastikan Persija memimpin 2-1.
Keunggulan itu bertahan hingga peluit akhir. Shin menilai semangat juang pemain menjadi faktor penting yang membawa timnya meraih kemenangan setelah tertinggal lebih dahulu.
“Para pemain kami berjuang hingga akhir tanpa menyerah dan menunjukkan penampilan yang maksimal. Saya pikir, itulah faktor terbesar yang membawa kami meraih kemenangan,” ujar Shin.
Ridho mengungkapkan, keinginan mempertahankan poin penuh di kandang menjadi motivasi tambahan bagi para pemain. Instruksi Shin di ruang ganti juga menegaskan bahwa Persija tidak boleh menyerah begitu saja di hadapan pendukung sendiri.
“Kami tahu kami bermain di kandang. Kami juga tidak ingin kalah di hadapan suporter sendiri. Di ruang ganti, Coach (Shin Tae-yong) memberikan instruksi agar kami tidak sampai kalah di kandang. Jadi, kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Ridho.
Meski puas dengan kemenangan, Shin menyampaikan kritik keras terhadap kondisi permukaan lapangan JIS. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Persija kesulitan memainkan sepak bola sesuai rencana yang telah disiapkan.
“Namun, semua yang datang ke pertandingan hari ini juga bisa melihat bahwa kondisi lapangannya sangat buruk. Di lapangan seperti ini, sebenarnya kami tidak boleh bermain sepak bola,” tegasnya.
Shin meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius agar kualitas pertandingan dan kenyamanan suporter dapat ditingkatkan.
Senada dengan pelatihnya, Ridho menyampaikan permohonan maaf kepada Jakmania karena Persija belum mampu menyuguhkan permainan yang menghibur. Ia juga menilai kondisi lapangan turut membatasi kemampuan Persik dalam mengembangkan permainan.
“Saya mohon maaf kepada Jakmania karena kami tidak bisa menyuguhkan permainan yang menghibur malam ini. Teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana kami berusaha di lapangan dengan kondisi seperti ini,” ujar Ridho.
Ia tetap memberikan apresiasi kepada Persik yang dinilainya memiliki permainan bagus dengan kombinasi umpan satu-dua sentuhan. Namun, menurutnya, kondisi lapangan membuat kedua tim kesulitan memperlihatkan kemampuan terbaik.
Kemenangan ini memastikan Persija mengamankan tiga poin di kandang setelah melewati babak pertama dalam posisi tertinggal.
Namun, sorotan Shin dan Ridho terhadap kondisi JIS menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting di tengah upaya Macan Kemayoran menjaga performa sepanjang kompetisi. [i]























