Liga 2

Eko Purdjianto: PSMS Medan Andalkan Kedalaman Skuat

ACEHFOOTBALL.net — PSMS Medan menjadi tim dengan koleksi kartu merah terbanyak hingga pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027.

Meski sudah empat kali kehilangan pemain akibat kartu merah, Ayam Kinantan tetap mampu bersaing di papan atas dan kini menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan 14 poin.

Kartu merah terbaru diterima penyerang asing Javier Siverio Toro saat PSMS mengalahkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Ahad (25/10/2026) malam.

Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-39, PSMS tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Sebelum Siverio, tiga pemain PSMS lainnya juga telah diusir dari lapangan dalam pertandingan berbeda. Mereka adalah Rizdjar Nurviat Subagja saat menghadapi PSPS Pekanbaru, Asyraq Gufran Rachmadhan ketika melawan Adhyaksa FC Bekasi, serta Rudi N. Rajak dalam laga kontra Sumsel United yang berakhir imbang 2-2.

Rentetan kartu merah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Eko Purdjianto. Namun, ia menilai kedalaman skuad yang dimiliki PSMS menjadi modal penting untuk mengatasi absennya pemain akibat hukuman maupun cedera.

“Kami beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Kami punya 31 pemain, seperti tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist,” ujar Eko kepada awak media seusai pertandingan melawan PSIS.

Kualitas kedalaman skuad PSMS kembali terlihat saat menghadapi PSIS. Tuan rumah unggul dua gol pada babak pertama melalui Muhamad Raihan Utama pada menit ke-22 dan Javier Siverio pada menit ke-27.

Namun, keunggulan itu harus dipertahankan dengan 10 pemain setelah Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39. PSMS pun mengubah pendekatan permainan, dari yang semula berusaha menguasai bola menjadi lebih fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Eko mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu menjaga keunggulan dalam situasi sulit tersebut.

“Terima kasih, yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0,” kata Eko.

Ia mengakui bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit membuat timnya kesulitan menjalankan strategi awal. Karena itu, PSMS berusaha menjaga keseimbangan permainan sembari mengurangi risiko kehilangan bola.

“Pertama, kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter. Terlepas dari itu, kita tetap berusaha memegang bola agar tidak mudah hilang,” ujarnya.

PSIS sempat memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit 90+8. Namun, gol tersebut tak mampu menggagalkan kemenangan PSMS yang tetap membawa pulang tiga poin.

Hasil itu mengangkat Ayam Kinantan ke posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan 14 poin, terpaut empat angka dari PSPS Pekanbaru.

Di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat, Eko kini dituntut menjaga konsistensi tim sekaligus mengurangi kehilangan pemain akibat kartu merah.

Selain Pegadaian Championship 2026/2027, PSMS juga akan menghadapi agenda League Cup 2026/2027 mulai bulan depan.

Mereka dijadwalkan berhadapan dengan Persija Jakarta dan Sumsel United, sehingga kedalaman skuad akan semakin dibutuhkan untuk menghadapi padatnya jadwal pertandingan. [i]

Harian Aceh Indonesia
BINTANG
‹
›

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *