Bola Aceh

Munzir Amin: Saatnya Reformasi Sepak Bola Aceh

Mantan Exco Bidang Fair Play Asprov PSSI Aceh itu menilai pembenahan harus dimulai dari keberpihakan kepada klub, termasuk menghapus biaya pendaftaran kompetisi resmi PSSI Aceh.

ACEHFOOTBALL.net — Tokoh sepakbola Bireuen, Munzir Amin, menyerukan reformasi menyeluruh dalam pengelolaan sepakbola Aceh.

Mantan Exco Bidang Fair Play Asprov PSSI Aceh itu menilai pembenahan harus dimulai dari keberpihakan kepada klub, termasuk menghapus biaya pendaftaran kompetisi resmi PSSI Aceh.

Munzir, yang dikenal sebagai Munzir Cureh atau Aduen Munzir, menyatakan dukungannya kepada Keusyik Muslim yang akan maju sebagai calon Ketua Umum PSSI Aceh. Salah satu gagasan Muslim yang mendapat dukungan Munzir adalah menggratiskan biaya pendaftaran kompetisi resmi di bawah PSSI Aceh.

“Biaya pendaftaran itu bisa dipakai klub untuk membiayai kebutuhan lain,” tukas Munzir kepada acehfootball.net, Selasa (8/9/2026).

Menurut Munzir, selama ini klub harus menyiapkan biaya pendaftaran untuk mengikuti kompetisi resmi. Liga 3 pada beberapa tahun lalu, Liga 4 saat ini, hingga Piala Soeratin masih dibebani biaya pendaftaran.

Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji kembali karena klub, khususnya yang memiliki keterbatasan finansial, membutuhkan anggaran besar bukan hanya untuk memenuhi persyaratan kompetisi, tetapi juga membangun tim.

“Saya pikir, pelaku sepakbola, pemilik juara harus lebih cerdas ke depan. Mari kita reformasi sepakbola Aceh,” katanya.

Munzir menilai persoalan tersebut ikut berkaitan dengan semakin banyaknya klub lama yang tidak lagi terdengar dalam percaturan sepakbola Aceh.

Dalam 10 tahun terakhir, sejumlah klub seperti Persati Aceh Tamiang, Persibamer Bener Meriah, Persilatama Aceh Tengah, Pesat Aceh Tenggara, Perskas Subulussalam, Persijaya Aceh Jaya dan Persitas Takengon disebut mengalami kondisi mati suri.

“Mereka mati suri. Sebelum mempersiapkan tim, sudah repot duluan untuk mencari biaya pendaftaran yang bisa mencapai puluhan juta,” ujarnya.

Bagi Munzir, kondisi tersebut menjadi alarm bagi pengelola sepakbola Aceh. Kompetisi seharusnya menjadi ruang bagi klub untuk berkembang, bukan menjadi beban tambahan sebelum mereka masuk lapangan.

Karena itu, ia mendorong perubahan cara pandang dalam mengelola kompetisi. Klub harus ditempatkan sebagai bagian penting dari ekosistem sepakbola yang perlu diperkuat, bukan sekadar peserta yang dibebani kewajiban administratif.

Dukungan Munzir kepada Muslim pun tidak hanya berkaitan dengan pencalonan Ketua Umum PSSI Aceh. Ia melihat gagasan menggratiskan biaya pendaftaran sebagai bagian dari agenda yang lebih besar untuk membenahi sepakbola Aceh.

“Mari kita reformasi sepakbola Aceh.”

Sebagai informasi, Komite Pemilihan PSSI Aceh telah menetapkan tahapan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Aceh 2026.

Pendaftaran bakal calon berlangsung 1–8 September 2026, dilanjutkan pemeriksaan administrasi, perbaikan dokumen, banding hingga penetapan daftar calon tetap.

Kongres untuk memilih Ketua Umum PSSI Aceh periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026. []

Harian Aceh Indonesia
BINTANG

Berita Terkait

Beri Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *