ACEHFOOTBALL.net — Talenta Aceh FA tidak ingin larut dalam euforia setelah memastikan diri sebagai juara Piala Soeratin U-15 Aceh 2026.
Pelatih Kepala Talenta Aceh FA Aswadi langsung mengarahkan fokus timnya ke putaran nasional.
Gelar juara diraih Talenta Aceh melalui perjuangan dramatis saat menghadapi Juang FC pada partai final di Stadion Blang Paseh, Sigli, Sabtu (29/8/2026). Setelah bermain imbang 2-2 hingga waktu normal, Talenta Aceh akhirnya memastikan gelar melalui drama adu penalti.
Perjuangan tersebut menjadi semakin berat karena Talenta Aceh harus bermain dengan 10 pemain. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat para pemain untuk mempertahankan peluang menjadi juara.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain sangat baik. Mereka berjuang sampai akhir. Kami sempat unggul, kemudian tertinggal. Meski bermain dengan 10 pemain, semangat anak-anak untuk meraih juara tidak surut,” ujar Aswadi seusai pertandingan.
Menurutnya, partai final berlangsung sengit dan menghadirkan pertarungan ideal antara dua tim yang sama-sama memiliki kualitas.
Aswadi memberikan apresiasi kepada Juang FC yang dinilainya tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
“Juang FC juga bermain sangat luar biasa. Benar-benar final ideal tersaji tadi sore,” kata magister olahraga ini.
Bagi Aswadi, keberhasilan menjuarai Piala Soeratin U-15 bukanlah tujuan akhir. Tiket ke putaran nasional justru menjadi tantangan berikutnya yang harus segera dipersiapkan.
Talenta Aceh tidak ingin datang ke tingkat nasional hanya sebagai pelengkap. Persiapan akan langsung dilakukan setelah tim kembali ke Banda Aceh.
“Kemungkinan empat sampai lima hari setelah pulang ke Banda Aceh, tim akan langsung kembali melakukan persiapan. Kami akan mempersiapkan tim sebaik mungkin menuju nasional,” tegasnya.
Aswadi menyebutkan, sejauh ini belum ada kendala berarti yang dihadapi tim. Namun, ia berharap dukungan lebih besar diberikan kepada Talenta Aceh, terutama dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
Harapan itu disampaikan karena Talenta Aceh membawa nama Banda Aceh setelah memastikan diri menjadi wakil daerah tersebut pada putaran nasional.
“Kendala saat ini mungkin belum ada. Namun, kami berharap dukungan dan perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh untuk tim ini. Karena tim ini adalah wakil dari Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Aswadi menilai dukungan tersebut penting agar persiapan menghadapi kompetisi nasional dapat dilakukan secara maksimal. Apalagi, persaingan di tingkat nasional tentu akan jauh lebih berat dibandingkan kompetisi tingkat Aceh.
Dengan gelar juara yang baru saja diraih, Talenta Aceh kini memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan sebelum menghadapi lawan-lawan dari provinsi lain.
Bagi Aswadi, perjuangan anak asuhnya belum selesai.
Trofi Piala Soeratin Aceh sudah berada di tangan. Berikutnya, Talenta Aceh ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar juara Aceh, tetapi mampu bersaing di panggung nasional. []






















