ACEHFOOTBALL.net — Madura United menunjukkan keunggulan dalam membaca celah pertahanan lawan. Hingga pekan kedelapan BRI Super League 2026/27, Laskar Sape Kerrab tercatat sebagai tim paling sedikit terjebak offside, dengan hanya empat kali dari delapan pertandingan.
Catatan tersebut menjadi salah satu modal Madura United dalam membangun serangan. Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha dan kawan-kawan mampu memanfaatkan pergerakan tanpa bola serta ketepatan waktu dalam menerima umpan untuk menembus garis pertahanan lawan.
Dari 18 kontestan, Madura United menjadi tim dengan jumlah offside terendah. Sebaliknya, Java United paling sering terjebak offside dengan total 18 kali.
Keunggulan itu bukan sekadar angka statistik. Sejumlah pemain Madura United beberapa kali berhasil lolos dari jebakan offside dan menciptakan peluang satu lawan satu dengan penjaga gawang.
Dua di antaranya berujung gol, masing-masing melalui Dimitar Mitkov ke gawang Persijap Jepara dan Danilo Santacruz saat menghadapi PSS Sleman.
Pelatih Madura United, Jose Gomes, menyebut catatan tersebut merupakan hasil dari penerapan rencana permainan yang dilatih secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan melewati garis pertahanan lawan juga membutuhkan kecerdasan pemain dan ketepatan membaca momentum.
“Kami juga latihan terkait itu. Tapi juga ada kecerdasan pemain dan timing tentunya antara pemain melepaskan umpan dengan pergerakan pemain lain untuk eksploitasi pertahanan kosong lawan,” ucapnya.
Pelatih asal Portugal itu berharap anak asuhnya terus konsisten menjalankan game plan dan mempertahankan efektivitas permainan dalam setiap pertandingan.
Sebagai catatan, pekan kedelapan berakhir setelah Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Ahad (1/11/2026) malam.
Di klasemen sementara, Persija Jakarta masih memimpin dengan 18 poin, ditempel Dewa United Banten FC yang hanya terpaut satu angka.
Madura United berada di posisi kelima dengan 16 poin, sama dengan koleksi Bali United FC dan Persib Bandung. Namun, Madura United berada di bawah keduanya karena kalah produktivitas gol, dengan catatan 13 gol memasukkan dan 10 gol kemasukan. [i]






















