• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Senin, Juni 29, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Enrique Macaya, Jurnalis Pertama yang Meliput 17 Piala Dunia

Redaksi Redaksi
Senin, 29/06/2026 - 14:52 WIB
in Mancanegara
Enrique Macaya, Jurnalis Pertama yang Meliput 17 Piala Dunia

Enrique Macaya Márquez | Foto via fifa.com © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

Share on FacebookShare on Twitter

ACEHFOOTBALL.net — Ketika jutaan penggemar menikmati kemegahan Piala Dunia FIFA 2026, ada satu sosok yang kembali mencatatkan sejarah.

Namanya Enrique Macaya Márquez, jurnalis asal Argentina berusia 91 tahun yang resmi menjadi wartawan pertama di dunia yang meliput 17 edisi Piala Dunia secara beruntun.

Perjalanan luar biasa itu dimulai pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, perjalanan dari Argentina menuju Eropa sama sekali tidak mudah.

Ia harus menempuh penerbangan dengan pesawat baling-baling yang berkali-kali singgah untuk mengisi bahan bakar, dilanjutkan perjalanan dengan kereta api, bus, hingga feri sebelum tiba di lokasi turnamen.

INFO BOLALAINNYA

Brasil Vs Jepang: Samurai Biru Menanti ‘Keajaiban Houston’

Brasil Vs Jepang: Samurai Biru Menanti ‘Keajaiban Houston’

29/06/2026 - 15:14 WIB
Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korea Selatan

Hong Myung-bo Mundur dari Timnas Korea Selatan

29/06/2026 - 15:07 WIB
Tahith Chong Tutup Kisah Bersejarah Curaçao di Piala Dunia

Tahith Chong Tutup Kisah Bersejarah Curaçao di Piala Dunia

29/06/2026 - 15:01 WIB
Eustaquio: Saya Merasa Seluruh Kanada Ikut Menendang

Eustaquio: Saya Merasa Seluruh Kanada Ikut Menendang

29/06/2026 - 14:43 WIB

“Pesawat berhenti di begitu banyak tempat untuk mengisi bahan bakar hingga saya tak lagi mengingat semuanya,” kenangnya.

Di era tersebut, teknologi penyiaran juga masih sangat sederhana. Laporan pertandingan dikirim melalui sambungan telepon internasional menuju Argentina.

“Itu benar-benar sebuah keajaiban jika siaran bisa sampai,” ujarnya.

Macaya mulai bekerja sebagai penyiar radio sejak berusia 15 tahun. Kesempatan emas datang ketika komentator utama berhalangan hadir dan ia diminta menggantikan. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak hingga dipercaya meliput Piala Dunia pada usia 23 tahun.

Selama hampir tujuh dekade, Macaya menjadi saksi hidup berbagai momen bersejarah sepak bola dunia.

Ia menyaksikan Argentina menjuarai Piala Dunia pada 1978 dan 1986, mengikuti perjalanan karier Diego Maradona sejak mencetak gol pertama untuk tim nasional, hingga melihat langsung kejayaan Brasil pada 1970.

Namun, tim favoritnya sepanjang sejarah justru bukan Brasil maupun Argentina.

“Tim Belanda pada Piala Dunia 1974 adalah favorit saya. Mereka memainkan total football dengan kualitas teknik, pergerakan, dan kondisi fisik yang luar biasa,” katanya.

Macaya juga tumbuh di lingkungan yang sama dengan legenda sepak bola Alfredo Di Stéfano. Bahkan, semasa kecil ia beberapa kali bermain bersama calon bintang Real Madrid tersebut.

Sepanjang kariernya, Macaya bekerja di berbagai stasiun radio ternama Argentina seperti Colonia, Belgrano, Rivadavia, Mitre, La Red hingga Del Plata.

Namanya juga melejit melalui program televisi Fútbol de Primero serta sebagai kolumnis di surat kabar Clarín dan La Nación.

Meski menjadi ikon televisi, Macaya mengaku radio tetap menjadi cinta pertamanya.

“Televisi membuat saya dikenal banyak orang, tetapi saya memulai semuanya dari radio ketika berusia 15 tahun,” ujarnya.

Yang menarik, di tengah era statistik canggih dan kecerdasan buatan, metode persiapan Macaya tetap sederhana. Ketika ditanya bagaimana ia mempersiapkan diri sebelum mengomentari pertandingan, jawabannya singkat.

“Tidak melakukan apa-apa.”

Baginya, pengalaman puluhan tahun, pemahaman terhadap sepak bola, serta kemampuan membaca permainan jauh lebih penting dibanding menghafal angka-angka statistik.

“Anda harus memiliki pengetahuan, mampu mengomunikasikannya, memahami teknologi, mengerti sepak bola, dan terus belajar dari orang lain. Itulah cara menjadi lebih baik,” tuturnya.

Dari perjalanan panjang dengan pesawat baling-baling hingga meliput turnamen di era digital, Enrique Macaya Márquez bukan sekadar jurnalis. Ia telah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia itu sendiri.

Sumber: Fifa

Tags: headlinepiala dunia
ShareTweetPin
Previous Post

Eustaquio: Saya Merasa Seluruh Kanada Ikut Menendang

Next Post

Tahith Chong Tutup Kisah Bersejarah Curaçao di Piala Dunia

BERITA BOLA LAINNYA

Gol Eustaquio di Menit Akhir Kirim Kanada ke 16 Besar

Gol Eustaquio di Menit Akhir Kirim Kanada ke 16 Besar

29/06/2026 - 14:32 WIB
Ini Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Ini Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28/06/2026 - 11:32 WIB
Ini Data dan Fakta Piala Dunia 2026 di Tiga Negara

Resmi! Inilah 32 Tim yang Lolos ke Babak Gugur

28/06/2026 - 11:09 WIB
Skuat Iran dan Korea Selatan Masih Harap-Harap Cemas

Skuat Iran dan Korea Selatan Masih Harap-Harap Cemas

27/06/2026 - 21:33 WIB
Drama Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 Belum Berakhir

Drama Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 Belum Berakhir

27/06/2026 - 18:25 WIB
Australia Bidik Kemenangan Perdana di Fase Gugur

Australia Bidik Kemenangan Perdana di Fase Gugur

27/06/2026 - 10:27 WIB
Tahan Spanyol, Cabo Verde Ukir Debut Bersejarah di Piala Dunia

Cape Verde Cetak Sejarah, Lolos ke 32 Besar Tanpa Kalah

27/06/2026 - 09:24 WIB
Zico Peringatkan Brasil, Jepang Bukan Lagi Tim Kuda Hitam

Zico Peringatkan Brasil, Jepang Bukan Lagi Tim Kuda Hitam

27/06/2026 - 08:35 WIB
Hattrick Bersejarah Dembele Antar Prancis Juara Grup I

Hattrick Bersejarah Dembele Antar Prancis Juara Grup I

27/06/2026 - 08:14 WIB
Bintang Muda Venezuela Tewas Akibat Gempa 7,5 SR

Bintang Muda Venezuela Tewas Akibat Gempa 7,5 SR

27/06/2026 - 03:24 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

    Ini Hasil Drawing Babak 8 Besar Liga 4 Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akhyar Ilyas Berlabuh ke PSPS, Askar Bertuah Pasang Target Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cape Verde Cetak Sejarah, Lolos ke 32 Besar Tanpa Kalah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skuat Iran dan Korea Selatan Masih Harap-Harap Cemas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unaaha FC & Pesik Kuningan ke Babak 8 Besar Liga 4 Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

Enrique Macaya, Jurnalis Pertama yang Meliput 17 Piala Dunia

Enrique Macaya, Jurnalis Pertama yang Meliput 17 Piala Dunia

29/06/2026
Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

Catatan Cek Boy: Piala Dunia dan Konspirasi

28/06/2026
Hossam Percaya Diri Jelang Mesir vs Australia di Babak 32 Besar

Hossam Percaya Diri Jelang Mesir vs Australia di Babak 32 Besar

28/06/2026
Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

Ini Hasil Drawing Babak 8 Besar Liga 4 Nasional 2026

27/06/2026
Enam Grup Rampung, 16 Tim Amankan Tiket ke 32 Besar

Enam Grup Rampung, 16 Tim Amankan Tiket ke 32 Besar

26/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia