ACEHFOOTBALL.net — Gelandang Kanada, Stephen Eustaquio, mengaku gol dramatis yang dicetaknya ke gawang Afrika Selatan pada menit ke-90+2 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 terasa seperti lahir dari kekuatan seluruh rakyat Kanada.
Gol tunggal Eustaquio memastikan Kanada menang 1-0 atas Afrika Selatan di Stadion Los Angeles, sekaligus mengantar mereka mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
“Saat saya melepaskan tendangan itu, rasanya semua orang ikut menendang bersama saya. Semua orang memberikan sedikit tenaga pada bola itu hingga akhirnya masuk ke gawang,” kata Eustaquio usai pertandingan.
Gol tersebut sekaligus mengakhiri kebuntuan dalam pertandingan yang nyaris berlanjut ke babak tambahan waktu. Penampilan gemilangnya membuat Eustaquio dinobatkan sebagai Michelob Ultra Superior Player of the Match.
Pemain berusia 29 tahun itu mengaku bahkan tidak mengetahui waktu pasti pertandingan karena papan waktu di stadion sulit terlihat dari lapangan.
“Ini stadion yang cukup sulit. Saya hampir tidak bisa melihat waktu pertandingan. Saat jeda pendinginan saya sempat mencoba melihat berapa waktu yang tersisa. Ketika mencetak gol, saya tahu pertandingan sudah hampir selesai,” ujarnya.
Menurut Eustaquio, kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terus percaya hingga peluit panjang berbunyi.
“Kami bekerja sangat keras untuk meraih kemenangan ini. Kami ingin menghadiahkan kemenangan ini kepada seluruh masyarakat Kanada. Kami terus percaya, terus menekan lawan, dan rasanya memang kemenangan seperti inilah yang kami impikan,” katanya.
Gol tersebut menjadi gol pertama Eustaquio untuk Kanada sejak akhir 2023 sekaligus gol keempatnya di tanah Amerika Serikat setelah sebelumnya tiga kali mencetak gol pada Piala Emas CONCACAF 2021.
Namun baginya, kemenangan tim jauh lebih penting daripada pencapaian pribadi. Kepercayaan diri Kanada, lanjut Eustaquio, mulai tumbuh sejak berhasil melewati fase grup.
“Di fase gugur Piala Dunia, keyakinan adalah faktor yang sangat besar. Sekarang kami akan menghadapi Maroko atau Belanda. Siapa tahu, jika kami bermain bagus, kami bisa kembali membuat kejutan,” ujarnya.
Ia menegaskan skuad Kanada memiliki ikatan yang sangat kuat.
“Kami adalah kelompok yang istimewa. Kami merasa seperti saudara. Ketika kami berjuang satu sama lain, hal-hal luar biasa bisa terjadi. Saya sangat bahagia, tetapi pekerjaan kami belum selesai,” tegasnya.
Sumber: Fifa





















Komentar