ACEHFOOTBALL.net – Kiper tim nasional Jepang, Zion Suzuki, menegaskan Samurai Biru berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan ambisi besar mereka di Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Tunisia pada laga Grup F, Sabtu (20/6/2026).
Hasil tersebut membuat Jepang mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya bermain imbang melawan Belanda.
Dengan enam gol yang telah dicetak dan penampilan yang terus meningkat, Jepang mulai menunjukkan diri sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan di turnamen ini.
“Ya, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target yang telah kami tetapkan,” kata Zion Suzuki usai pertandingan.
“Kami memang tidak memenangkan laga pertama, tetapi kami meraih satu poin melawan Belanda dan sekarang mendapatkan tiga poin lagi. Kami sudah mengumpulkan empat poin, tetapi masih ada satu pertandingan tersisa di fase grup. Kami ingin meraih tiga poin lagi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” lanjutnya.
Sejak sebelum turnamen dimulai, pelatih Hajime Moriyasu dan para pemain Jepang secara terbuka menyatakan keinginan untuk mencatat sejarah baru di Piala Dunia.
Ambisi mereka bukan sekadar lolos dari fase grup, tetapi melangkah sejauh mungkin di panggung sepak bola terbesar dunia.
Kemenangan atas Tunisia menjadi bukti bahwa target tersebut bukan sekadar mimpi. Jepang tampil dominan sejak menit awal dan langsung membuka keunggulan melalui Daichi Kamada pada menit keempat.
Gol itu menjadi gol tercepat yang pernah dicetak pemain Jepang dalam sejarah Piala Dunia.
Ayase Ueda kemudian menggandakan keunggulan sebelum turun minum, sementara Junya Ito dan Ueda kembali mencatatkan nama mereka di papan skor pada babak kedua untuk memastikan kemenangan telak 4-0.
“Itu pertandingan yang sangat bagus. Kami bermain dengan sangat baik. Target kami adalah meraih tiga poin dan mencatat clean sheet, dan kami berhasil melakukannya,” ujar Suzuki.
Kiper yang berkarier di Liga Italia tersebut menilai kemenangan itu terasa istimewa karena Jepang menghadapi lawan yang sulit diprediksi. Tunisia datang dengan motivasi tinggi setelah kalah pada laga pertama dan baru saja menunjuk pelatih baru, Herve Renard.
“Kami tahu pertandingan ini akan sulit. Tunisia pasti ingin bangkit setelah kekalahan mereka sebelumnya. Pergantian pelatih juga membuat kami sulit memprediksi pendekatan mereka,” katanya.
“Namun kami mempersiapkan pertandingan dengan sangat baik. Kami ingin mencetak gol cepat dan setelah itu tetap fokus hingga peluit akhir. Saya pikir kami menunjukkan performa yang luar biasa.”
Sementara itu, bek muda Junnosuke Suzuki yang menjalani debutnya di Piala Dunia juga mengungkapkan kegembiraannya setelah ikut berkontribusi dalam kemenangan tersebut.
“Saya sangat senang kami menang dan saya juga bahagia bisa menjalani penampilan pertama di Piala Dunia,” ujar pemain berusia 22 tahun itu.
Meski demikian, ia menegaskan Jepang tidak ingin terlena dengan hasil yang telah diraih.
“Target kami adalah menjadi juara dunia. Namun untuk saat ini, kami ingin fokus satu pertandingan demi satu pertandingan. Menang di laga berikutnya, lalu memikirkan pertandingan setelahnya. Kami ingin terus melangkah secara bertahap,” katanya.
Kemenangan atas Tunisia juga memiliki nilai historis tersendiri karena pertandingan tersebut tercatat sebagai laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
“Ini hari yang spesial bagi FIFA dan sepak bola dunia. Saya senang bisa berada di lapangan dalam pertandingan bersejarah seperti ini. Apalagi ini merupakan penampilan kedua saya di Piala Dunia, sehingga momen ini terasa lebih istimewa,” tutur Suzuki.
Jepang kini berada di posisi kedua Grup F dengan empat poin, hanya kalah produktivitas gol dari Belanda yang memuncaki klasemen. Kedua tim memiliki jumlah poin, selisih gol, dan rekor pertemuan yang sama.
Laga berikutnya melawan Swedia di Dallas Stadium pada 25 Juni mendatang akan menjadi penentu langkah Samurai Biru menuju babak gugur sekaligus menguji seberapa jauh ambisi mereka untuk menciptakan sejarah baru di Piala Dunia 2026.
Sumber: Fifa





















Komentar