ACEHFOOTBALL.net – Di tengah upaya Afrika Selatan menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026, satu nama muda mencuri perhatian publik sepak bola dunia.
Dia adalah Mbekezeli Mbokazi, bek tengah berusia 21 tahun yang menjalani perjalanan luar biasa menuju panggung terbesar sepak bola hanya dalam waktu 18 bulan.
Afrika Selatan akan menghadapi Republik Ceko dalam laga kedua Grup A setelah menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada pertandingan pembuka.
Pertandingan tersebut menjadi sangat krusial bagi Bafana Bafana untuk menjaga asa melangkah ke babak berikutnya.
Di skuad Afrika Selatan saat ini, tidak ada pemain yang lebih muda dibandingkan Mbokazi. Lahir pada 2005, ia baru menjalani debut bersama tim utama Orlando Pirates pada Desember 2024.
Namun dalam waktu kurang dari dua tahun, namanya sudah masuk jajaran pemain inti tim nasional di Piala Dunia.
Perjalanan karier Mbokazi bermula dari kampung halamannya di Afrika Selatan. Penampilannya dalam sebuah turnamen regional membuatnya mendapat kesempatan mengikuti seleksi di AmaZulu sebelum akhirnya direkrut Orlando Pirates.
“Saya mulai bermain sepak bola di kampung halaman. Setelah tampil baik di turnamen regional, saya mengikuti seleksi selama tiga hari di AmaZulu. Setelah itu pelatih mengatakan saya tidak akan kembali karena Orlando Pirates ingin merekrut saya,” ujar Mbokazi seperti dikutip FIFA.
Disebut Talenta Generasi Langka
Menjelang laga melawan Republik Ceko, kapten Afrika Selatan Ronwen Williams memberikan pujian tinggi kepada sang bek muda.
“Memilikinya di tim adalah sesuatu yang luar biasa. Dia adalah talenta generasi langka. Penampilannya pada laga pertama sangat mengesankan, apalagi mengingat usianya yang masih sangat muda,” kata Williams.
Kiper berusia 34 tahun itu menilai Mbokazi tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang jarang dimiliki pemain seusianya.
“Saat pemain lain mulai kelelahan, Mbokazi tetap berjuang hingga akhir pertandingan. Dia seorang pemimpin dan bek yang luar biasa,” ujarnya.
Melaju Cepat Menuju Puncak
Perkembangan Mbokazi memang terbilang fenomenal. Ia menjalani debut bersama Orlando Pirates pada 17 Desember 2024, kemudian dipercaya mengenakan ban kapten klub pada Agustus 2025.
Kariernya terus menanjak setelah bergabung dengan klub MLS, Chicago Fire, pada Desember 2025. Debutnya di kompetisi Amerika Serikat terjadi pada Februari 2026, sebelum akhirnya dipercaya tampil sebagai starter saat Afrika Selatan menghadapi Meksiko pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, mengaku sudah melihat potensi besar Mbokazi sejak awal.
“Saya langsung melihat bahwa dia memiliki bakat yang luar biasa. Namun dalam sepak bola modern, kemampuan teknik saja tidak cukup. Anda juga membutuhkan kekuatan fisik, dan dia memilikinya,” kata Broos.
Dijuluki TLB
Di Afrika Selatan, Mbokazi dikenal dengan julukan TLB (Tractor-Loader-Backhoe), sebuah alat berat yang melambangkan kekuatan fisiknya di lapangan.
Meski hanya memiliki tinggi 1,77 meter, ia dikenal tangguh dalam duel dan memiliki determinasi tinggi. Karakter tersebut membuat banyak pengamat meyakini masa depannya sangat cerah.
Jurnalis sepak bola Afrika Selatan dari Soccer Laduma, Neo Poho, menyebut Mbokazi sebagai salah satu talenta terbaik yang lahir dalam generasinya.
“Kami melihat bagaimana dia berkembang dari akademi hingga menembus tim utama Orlando Pirates. Dia pemain luar biasa dengan potensi besar dan masa depan yang sangat cerah. Bagi saya, dia adalah talenta generasi langka,” ujar Poho.
Kini, tantangan berikutnya bagi Mbokazi adalah membantu Afrika Selatan meraih hasil positif saat menghadapi Republik Ceko di Stadion Atlanta.
Jika berhasil, Bafana Bafana berpeluang membuka jalan menuju babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Sumber: Fifa





















Komentar