ACEHFOOTBALL.net – Piala Dunia selalu melahirkan duet-duet legendaris yang dikenang sepanjang masa.
Dari Ferenc Puskas dan Jozsef Bozsik, Raymond Kopa dan Just Fontaine, hingga Johan Cruyff dan Johan Neeskens, turnamen terbesar sepak bola dunia kerap menjadi panggung lahirnya kolaborasi istimewa.
Kini, Prancis tampaknya mulai menemukan pasangan baru yang berpotensi mengikuti jejak para legenda tersebut.
Kylian Mbappe dan Michael Olise menunjukkan sinyal kuat sebagai duet masa depan Les Bleus setelah tampil impresif dalam kemenangan 3-1 atas Senegal pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026.
Kerja sama keduanya menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan yang berlangsung di New York/New Jersey Stadium.
Saat Senegal tampil disiplin dan mampu meredam serangan Prancis, sebuah momen magis akhirnya memecah kebuntuan.
Olise yang bergerak di lini tengah mengirim umpan terobosan cerdas ke ruang kosong. Mbappe yang membaca situasi dengan sempurna langsung berlari menembus pertahanan lawan sebelum menaklukkan kiper Edouard Mendy. Gol itu membuka jalan kemenangan bagi tim asuhan Didier Deschamps.
Pelatih Prancis Didier Deschamps mengaku puas dengan kontribusi kedua pemain tersebut, khususnya peran Olise yang dinilai membuat permainan tim lebih hidup pada babak kedua.
“Kami jauh lebih baik setelah jeda ketika Michael bermain lebih ke tengah. Itu membuat permainan kami lebih padu. Kami sedikit tegang di awal pertandingan, tetapi semakin lama kami mampu menciptakan lebih banyak peluang. Efektivitas Kylian tentu menjadi senjata besar bagi kami,” ujar Deschamps.
Bagi Mbappe, bermain bersama Olise memberikan keuntungan tersendiri. Kapten Prancis itu menyebut gelandang Bayern Munich tersebut memiliki visi bermain yang luar biasa dan selalu berpikir ke depan.
“Sangat mudah bermain bersama Michael. Dia selalu mengangkat kepalanya dan mencari opsi ke depan. Saya tahu dia akan selalu mencoba menemukan saya ketika melakukan pergerakan,” kata Mbappe.
Hubungan keduanya ternyata tidak hanya terjalin di atas lapangan. Mbappe yang kini berusia 28 tahun mulai mengambil peran sebagai sosok senior di ruang ganti Prancis dan membantu proses adaptasi Olise yang berusia empat tahun lebih muda.
“Saya sangat menyukainya. Dia pemain yang luar biasa dan kami beruntung memilikinya. Dia memang tidak banyak bicara, tetapi kualitasnya berbicara sendiri,” ujar bintang Real Madrid tersebut.
Meski baru memainkan satu pertandingan di Piala Dunia 2026, tanda-tanda chemistry antara keduanya sudah terlihat jelas.
Bahkan kerja sama serupa sebenarnya sudah muncul saat Prancis menjalani babak kualifikasi, termasuk ketika mengalahkan Ukraina 4-0.
Olise sendiri dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang berbicara kepada media. Namun di atas lapangan, kreativitas dan kecerdasannya menjadi salah satu sumber utama serangan Prancis.
Para pendukung Les Bleus kini mulai berharap duet Mbappe dan Olise dapat berkembang menjadi salah satu kombinasi terbaik di turnamen ini.
Dengan kecepatan, insting mencetak gol, serta kemampuan menciptakan peluang yang dimiliki keduanya, Prancis memiliki modal besar untuk kembali bersaing memperebutkan trofi Piala Dunia.
Namun perjalanan masih panjang. Ujian berikutnya menanti saat Prancis menghadapi Irak pada laga kedua Grup I.
Bagi Mbappe dan Olise, satu pertandingan tentu belum cukup untuk mengukir sejarah. Tetapi jika penampilan melawan Senegal menjadi petunjuk awal, maka Prancis mungkin sedang menyaksikan lahirnya duet baru yang bisa dikenang dalam waktu lama.
Sumber: Fifa





















Komentar