ACEHFOOTBALL.net — Jong Aceh Soccer School mulai menggerakkan mesin pembinaan usia muda dengan menggelar free trial bagi pemain kelahiran 2009–2013 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Soeratin Cup 2026.
Kegiatan seleksi yang berlangsung pada 25–26 April 2026 ini menyasar kelompok usia U-13 hingga U-17.
Pada hari pertama, sekitar 40 pemain muda asal Banda Aceh dan Aceh Besar tampak antusias mengikuti proses trial yang digelar di lapangan latihan JONGACEH.
Seleksi tersebut dipantau langsung oleh Direktur Teknik JONGACEH, Teuku Adee, bersama jajaran pelatih dan manajemen.
Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar untuk kebutuhan jangka pendek menghadapi turnamen, melainkan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan.
“Ini adalah program jangka panjang JONGACEH. Artinya, pemain yang kami seleksi bukan hanya untuk Soeratin Cup, tetapi akan dibina dan dilatih hingga siap menuju level profesional,” ujar Teuku Adee di sela kegiatan.
Menurutnya, JONGACEH ingin membangun fondasi kuat dengan merekrut pemain-pemain berbakat sejak usia dini.
Harapannya, para peserta trial ini dapat mengikuti jejak para senior yang kini sudah tampil di kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
Namun, ada satu syarat utama yang ditegaskan dalam proses seleksi ini. JONGACEH tidak ingin mengambil pemain yang masih terikat dengan sekolah sepak bola (SSB) lain, baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar.
“Syarat utama, calon pemain tidak boleh terikat dengan SSB lain. Kami tidak ingin mengambil pemain milik SSB lain, dan itu sudah menjadi komitmen kami sejak awal,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga etika dalam pembinaan sepak bola usia dini, sekaligus memastikan proses rekrutmen berjalan secara profesional dan transparan.
Dengan tingginya minat peserta pada hari pertama, JONGACEH optimistis dapat menjaring talenta-talenta potensial yang siap dikembangkan.
Free trial ini menjadi pintu awal bagi generasi muda Aceh untuk meniti karier sepak bola secara lebih terarah dan berkelanjutan.





















Komentar