ACEHFOOTBALL.net — Ambisi merebut kembali puncak klasemen pupus di Medan. Adhyaksa FC hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan, hasil yang membuat mereka gagal menyalip Garudayaksa FC dalam perburuan posisi teratas.
Bertanding dalam lanjutan pekan ke-26 Championship 2025/2026, duel di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (25/4/2026) berlangsung ketat dan penuh tensi sejak menit awal.
Tuan rumah PSMS Medan tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim tamu yang datang dengan ambisi besar.
PSMS berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-43 melalui gol Arif Setiawan.
Gol ini menjadi buah dari permainan efektif tuan rumah yang mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Adhyaksa.
Memasuki babak kedua, laga semakin memanas. PSMS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-49 setelah Rahayu R. diganjar kartu merah.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Adhyaksa untuk meningkatkan intensitas serangan.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Gelandang andalan Makan Konate sukses mengeksekusi penalti dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut sekaligus menjaga asa Adhyaksa untuk setidaknya membawa pulang satu poin. Meski terus menekan di sisa waktu pertandingan, Adhyaksa gagal menambah gol.
Solidnya pertahanan PSMS serta disiplin dalam menjaga area krusial membuat skor tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi Adhyaksa FC. Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengembalikan mereka ke puncak klasemen.
Sebaliknya, situasi ini justru menguntungkan Garudayaksa FC yang kini unggul satu poin dan tetap bertahan di posisi teratas.
Persaingan di papan atas pun semakin memanas. Dengan hanya beberapa laga tersisa, setiap poin menjadi sangat krusial dalam menentukan nasib tim menuju tiket promosi.
Bagi PSMS Medan, hasil ini menunjukkan daya juang tinggi meski harus bermain dengan 10 orang selama hampir satu babak.
Sementara bagi Adhyaksa, kegagalan memaksimalkan keunggulan jumlah pemain menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi.
Kompetisi kini memasuki fase paling menentukan—dan satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar.




















Komentar