ACEHFOOTBALL — Tim Chapecoense asal Brazil dinobatkan sebagai juara baru Copa Sudamericana, Amerika Latin. Juara “honoriscausa” di dapat saat klub berbalut duka.
Kepastikan Chape menjadi juara setelah calon lawan mereka di final Piala Sudamericana — selevel Liga Eropa — Atletico Nacional memberikan gelar juar tanpa harus bertanding.
Memang, Chapecoense tak dapat melakukan partai final melawan Nacional karena pesawat yang membawa seluruh pemain dan official terjatuh di wilayah Medellin, Selasa (29/11/2016) lalu.
Dalam musibah tersebut, 76 orang tewas dan hanya lima penumpang yang selamat termasuk tiga pemain belakang Chapecoense.
Dalam akun twitter Atletico Nacional, @nacionalofficial, disebutkan bahwa mereka merelakan gelar juara diberikan kepada Chapecoense sebagai bentuk empati atas musibah yang terjadi.
“Chapecoense pantas mendapatkan penghormatan dengan gelar itu. Kecelakaan itu adalah musibah yang luar biasa bagi mereka,” demikian pernyataan resmi dari kubu Nacional.
Chapecoense terbang ke Medellin, menggunakan pesawat carteran Lamia BAE-146. Namun, pesawat tersebut mengalami masalah listrik dan jatuh sebelum mencapai tujuan.
Upaya evakuasi korban terhambat oleh hujan deras yang mengguyur lokasi jatuhnya pesawat.
Pesawat British Aerospace 146 yang milik perusahaan Bolivia, Lamia, itu terjatuh di Cerro Gordo, sekitar 50 kilometer dari Medellin, kota terbesar kedua Kolombia.
Radio lokal melaporkan bahwa pesawat yang sama digunakan oleh tim nasional Argentina saat melakukan lawatan ke Brasil awal bulan ini.
Chapecoense rencananya akan bertanding menghadapi Atletico Nacional pada Rabu di Medellin dalam final Copa Sudamerica.
Editor: Indra



















Komentar