ACEHFOOTBALL — PT Gelora Trisula Semesta (GTS) berencana menerapkan standar lisensi pelatih bagi klub-klub Divisi Utama di Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Para pelatih harus mengantongi lisensi AFC C.
Direktur Kompetisi dan Regulasi PT GTS, Ratu Tisha Destria, mengatakan bahwa pihaknya memiliki keinginan menerapkan regulasi tersebut. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi ke depannya.
“Kalau melihat kepentingan kualitas kompetisi inginnya sih seperti itu. Tapi belum final,” ujar Tisha seperti dilansir detiksport.com, Kamis (14/4/2016).
Namun demikian, Tisha mengakui keinginan operator tersebut dirasa memang sulit, mengingat jumlah pelatih berlisensi C AFC masih sangat minim. Apalagi, ditambah kondisi sepakbola Indonesia yang masih berstatus disanksi FIFA.
“Tapi jika melihat kondisi saat ini, kami masih baru memberikan rekomendasi, belum masuk ke final,” kata dia.
Rencana PT GTS soal lisensi pelatih pun ditanggapi beragam oleh klub-klub ISC B. Mereka mengaku sangat keberatan, namun sejatinya ada pula yang mendukung demi kualitas kompetisi dan pelatih.
Bagaimana dengan Persiraja? Media officer Laskar Rencong, Munawardi ketika dihubungi tadi malam mengatakan menyambut baik wacana tersebut. “Jika kita ingin meningkatkan kualitas sepakbola nasional, sudah sewajarnya pelatih juga punya standar yang bagus, tidak sekadar asal-asalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Persiraja sendiri tak masalah dengan lisensi pelatih, sebab Akhyar Ilyas yang saat ini membesut Fani Aulia dkk sudah mengantongi Lisensi B AFC. “Dari sisi ini, kami tak masalah. Sebab Akhyar sudah sangat memenuhi syarat. Bahkan, dia satu-satunya pelatih muda Aceh yang sudah punya lisensi B AFC,” tukas Munawardi yang juga Ketua Warta FC ini.
Reporter: Phonna




















Komentar