Pesepakbola Aceh yang menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo, Martunis sudah resmi berlatih di Akademi Sporting Clube de Portugal alias Sporting Lisbon. Sejak Senin (20/7/2015) dia langsung bergabung di U-17 usai lolos tes kesehatan.
“Sebelum mulai latihan, dia sudah tes kesehatan, dan lolos. Tes kesehatan sudah menjadi standar klub-klub Eropa, untuk memeriksa kondisi fisik pemain serta melihat potensi penyakitnya,” ujar Martunis seperti ditirukan abang asuhnya di Aceh, Munawardi kepada ACEHFOOTBALL.com, tadi petang.
Selain mengikuti latihan, Martunis juga sudah mengikuti kursus untuk belajar bahasa Portugal dan memperdalam bahasa Inggris. “Kendala terbesar dalam latihan bahasa, makanya sejak dua minggu terakhir dia mengaku mengikuti kursus privat,” ujar dia.
Pemain kelahiran Tibang, 2 Mei 1997 ini mengakui kendala besar dalam latihan itu bahasa, karena pemain Portugal di akademi tidak berbicara bahasa Inggris. “Mereka hanya bisa bahasa Portugal,” ungkap Martunis.
Dijelaskan Martunis, untuk mengatasi masalah bahasa tersebut, pihak manajemen klub Sporting Lisbon, saat ini sudah mempersiapkan guru bahasa khusus untuk Martunis belajar bahasa Portugal yang didatangkan dari Kanada.
Martunis berada di Portugal sejak 29 Juni 2015. Dia secara resmi diperkenalkan ke publik pada 1 Juli saat perayaan ulang tahun ke-109 klub tersebut di Lisbon dan secara resmi menjadi pemain akademi klub tersebut.
Nasib baiknya berawal dari musibah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Martunis selamat dari tsunami setelah terkatung-katung di laut selama 21 hari dengan baju seragam tim nasional sepak bola Portugal.
Dia ditemukan warga dan diserahkan kepada salah satu reporter stasiun televisi Inggris, Skynews, yang kebetulan berada di lokasi. Gambarnya kemudian menghebohkan dunia. Portugal pun menaruh simpati dan membantu.
Reporter: Phonna
Editor: Indra




















Komentar