Untuk ketiga kali sejak didepak pelatih Steve McClaren dari timnas Inggris, setelah dirinya mencopot ban kapten, David Beckham menegaskan kesediaan untuk terus membela The Three Lions.
“Ambisi saya tak pernah berubah, sejak usia saya masih 13 tahun. Saya selalu ingin tampil bagi negara dan akan selalu bersedia bagi timnas, baik saat berada di Spanyol atau setelah di Amerika Serikat nanti,” ujar Becks pada Sky Sports.
Pengakuan jujur sayap kanan Real Madrid itu terlontar seusai kemenangan El Real atas Bayern Muenchen di perdelapanfinal I Liga Champion, midweek ini. Dalam dua komentar serupa sebelumnya, Becks selalu dicuekin.
Mungkin ini berkaitan erat dengan absennya sang ikon sepakbola jagat raya itu di beberapa pertandingan terakhir Los Merengues.
Tanpa alasan jelas, diduga setelah mendengar kabar kepindahan Becks ke LA Galaxy akhir musim nanti, Fabio Capello tak pernah lagi menyertakan namanya di daftar pemain inti maupun cadangan Madrid.
Namun, setelah didesak para petinggi, juga sesudah mendengar aspirasi Madridistas, Don Fabio akhirnya memanggil kembali Becks. Dampaknya cukup signifikan. Pemilik akademi sepakbola atas namanya itu langsung menyumbang gol di partai debut kontra Real Sociedad pada jornada 22.
Kemenangan atas Muenchen pun tak lepas dari kontribusi besar ayah tiga anak laki-laki tersebut. Ya, Becks membuat dua assist langsung dan berandil dalam terciptanya gol pembuka Madrid.
Pujian McClaren
Capello tampak setuju dengan predikat man of the match yang diberikan UEFA kepada Becks. Tak hanya Capello, secara terpisah McClaren pun melayangkan pujian. Bahkan sang gaffer justru mengaku pening dengan comeback gemilang eks kaptennya itu.
“Ini menghadirkan problem tersendiri bagi saya. Tapi, bentuk problem yang lebih Anda tunggu, bukan yang ingin Anda tolak. Jadi, saya pikir ini akan sangat menarik,” papar McClaren pada Sky. “Beckham selalu bereaksi positif seperti ini, hampir sepanjang kariernya.”
Apakah McClaren membenarkan suara-suara yang memang menginginkan Becks comeback? Sang pelatih masih ogah memberi jawaban secara eksplisit. Tapi, jika melihat permainan memprihatinkan Inggris saat ditekuk Spanyol di Old Trafford dua pekan lalu, bisa jadi McClaren memang butuh sentuhan senior ber-cap 98 kali itu.
Paling tidak, dalam kualifikasi Euro 2008 melawan Israel dan Andorra bulan Maret depan, Becks bisa memberi kontribusi optimal dari segi mentalitas dan eksekusi bola mati. Terlebih dengan posisi St. George’s Cross yang terpuruk di tangga ketiga Grup 5.
Sumber: Bolanews






Komentar