ACEHFOOTBALL.net — Timnas Inggris tidak hanya membawa tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tetapi juga membangun ikatan emosional yang semakin kuat dengan para pendukungnya.
Setelah bangkit mengalahkan Kongo DR 2-1 di babak 32 besar, para pemain kembali merayakan kemenangan dengan menyanyikan lagu legendaris Oasis, Wonderwall, yang kini menjelma menjadi lagu kebangsaan tidak resmi The Three Lions di turnamen ini.
Tradisi tersebut kembali bergema di Atlanta usai Inggris membalikkan keadaan melalui dua gol kapten Harry Kane pada menit ke-75 dan 86.
Seusai laga, para pemain berjalan mendekati tribun suporter dan menyanyikan Wonderwall bersama ribuan pendukung yang memenuhi stadion.
Kane mengaku momen itu menjadi salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang kariernya bersama tim nasional.
“Hubungan emosional dengan para suporter sangat luar biasa. Kami tahu betapa besar arti tim ini bagi mereka, dan itu juga berarti besar bagi kami,” ujar Kane.
Rekaman kamera FIFA bahkan memperlihatkan Kane mengajak seluruh rekan setimnya mendekati tribun penonton setelah peluit akhir berbunyi.
Meski kemenangan diraih dengan susah payah, ia meminta semua pemain menikmati momen bersama pendukung.
Bek muda Nico O’Reilly menyebut kebiasaan itu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.
“Tidak peduli siapa lawannya, kami harus merayakannya. Bernyanyi bersama para pendukung memberikan energi luar biasa,” katanya.
Fenomena tersebut juga mendapat dukungan langsung dari personel Oasis. Noel Gallagher, pencipta lagu Wonderwall, menyebut lagu itu kini telah menjadi milik masyarakat Inggris.
“Wonderwall kini menjadi momen magis antara pemain dan suporter,” ujarnya kepada media Inggris.
Sementara sang adik, Liam Gallagher, ikut memberikan dukungan melalui media sosial dengan seruan, “Ayo Inggris dan Wonderwall.”
Lagu yang dirilis pada 1995 itu sebenarnya bercerita tentang harapan dan sosok penyelamat di tengah situasi sulit. Makna tersebut terasa begitu relevan dengan perjalanan Inggris yang masih memburu gelar Piala Dunia pertama sejak 1966.
Di lapangan, sosok “penyelamat” itu adalah Harry Kane. Striker Bayern Muenchen tersebut kembali membuktikan statusnya sebagai andalan utama Inggris lewat dua gol yang membalikkan keadaan melawan Kongo DR.
Brace tersebut sekaligus mengukuhkan Kane sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 13 gol.
Kini, dengan iringan Wonderwall yang terus berkumandang dan Kane yang sedang berada dalam performa terbaiknya, Inggris membawa optimisme besar menuju babak 16 besar.
Tantangan berikutnya sudah menanti: Meksiko, tuan rumah bersama Piala Dunia 2026, yang akan menghadang langkah The Three Lions menuju perempat final.
Sumber: Fifa





















Komentar