ACEHFOOTBALL.net — Perjalanan panjang dan penuh tekanan di Pegadaian Championship 2025/26 akhirnya membawa PSS Sleman finis sebagai runner up.
Super Elang Jawa gagal mengangkat trofi juara setelah kalah dramatis dari Garudayaksa FC lewat adu penalti pada final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) malam.
Namun di balik kegagalan tersebut, satu nama tetap bersinar terang, yakni Gustavo Tocantins. Penyerang asal Brasil itu tampil sebagai sosok paling berpengaruh dalam perjalanan PSS musim ini hingga sukses membawa klub kembali promosi ke Super League musim depan.
Sepanjang kompetisi, Tocantins menjadi motor utama serangan PSS. Ia tidak hanya tampil tajam sebagai pencetak gol terbanyak tim, tetapi juga menjadi kreator serangan dengan jumlah assist tertinggi di skuad Super Elang Jawa.
Puncak performanya terlihat pada laga final kontra Garudayaksa FC. Saat PSS tertinggal dua gol di babak pertama, Tocantins tampil sebagai penyelamat lewat dua gol penting yang memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Meski akhirnya gagal membawa PSS menjadi juara akibat kalah dalam drama adu penalti, penampilan konsisten Tocantins tetap mendapat apresiasi tinggi.
Operator kompetisi I.League resmi menobatkannya sebagai Best Player Pegadaian Championship 2025/26.
Pemain berusia 29 tahun itu menutup musim dengan statistik impresif, yakni 24 gol dan 10 assist. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling dominan sepanjang kompetisi kasta kedua musim ini.
“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim dan memberikan yang terbaik untuk PSS Sleman,” kata Tocantins usai laga final seperti dikutip dari ileague.id.
Meski meraih penghargaan individu, Tocantins mengaku tetap kecewa gagal mempersembahkan trofi juara untuk PSS. Ia bahkan menilai dua golnya di final terasa sia-sia karena gagal menjalankan tugas saat adu penalti.
“Saya senang bisa membantu dengan gol di laga final. Tapi saya juga kecewa kami kalah dalam adu penalti. Dua gol di laga final terasa percuma karena saya gagal melaksanakan tugas dengan baik di adu penalti,” ujarnya.
Meski demikian, Tocantins menegaskan target utama tim musim ini tetap tercapai, yakni membawa PSS kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Perjalanan musim ini selesai, dan PSS akan fokus menghadapi kompetisi Super League musim depan,” tambahnya.
Terkait masa depannya bersama PSS, Tocantins mengaku belum bisa memastikan. Kontraknya bersama Super Elang Jawa akan berakhir pada Mei ini.
“Jujur saya belum tahu karena kontrak saya habis bulan Mei. Tapi saya tentu ingin tetap di sini, walau semua tergantung keputusan klub. Yang pasti, ada saya atau tidak, PSS Sleman akan tetap menjadi tim kuat di Super League nanti,” tegasnya.





















Komentar