ACEHFOOTBALL.net — Duel PSS Slemen kontra Barito Putera menjadi laga krusial di pekan ke-18 bagi masing-masing tim. Menang akan berkuasa dan bertahta dipuncak klasemen. Kenapa menjadi krusial.
Ini karena kemenangan Persipura Jayapura atas tuan rumah Persiku Kudus pada laga penutup putaran kedua pekan ke-18, Jumat (30/1/2026).
Hasil ini mengubah secara signifikan peta persaingan papan atas Grup 2 Championship Liga 2 musim 2025/2026.
Persipura kini memimpin klasemen sementara dengan 37 poin, dibayangi ketat PS Barito Putera (36 poin) dan PSS Sleman (35 poin).
Situasi ini membuat duel PSS Sleman kontra Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1) malam, menjelma menjadi laga krusial—bahkan layak disebut final putaran kedua.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Hasilnya akan menentukan siapa yang mengakhiri putaran kedua di puncak klasemen Grup 2.
Bagi PSS Sleman, laga kandang ini menjadi momentum penting untuk membalikkan keadaan sekaligus membalas kekalahan tipis 0-1 yang mereka derita saat bertandang ke markas Barito Putera pada putaran pertama. Tekad revans menjadi bahan bakar tambahan bagi skuad asuhan Ansyari Lubis.
Secara performa, kedua tim datang dengan modal yang relatif seimbang. Barito Putera mencatatkan 11 kemenangan dari 17 laga, dengan produktivitas 23 gol dan hanya kebobolan enam kali—menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan paling solid di grup.
PSS Sleman juga tak kalah meyakinkan, mengoleksi 10 kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya dua kekalahan, serta menjadi tim paling subur dengan torehan 33 gol dan kebobolan 14 kali.
Rekor pertemuan terakhir memperlihatkan duel yang selalu berjalan ketat. Dari tiga pertemuan terbaru, Barito Putera unggul tipis dengan dua kemenangan, sementara PSS Sleman sekali mencuri kemenangan besar 3-0.
Catatan ini menegaskan bahwa laga di Maguwoharjo berpotensi kembali berlangsung seimbang, dengan detail kecil menjadi pembeda.
Bermain di kandang sendiri, PSS Sleman tentu ingin memaksimalkan dukungan publik Maguwoharjo. Fahri dan kolega membidik kemenangan demi mengamankan posisi puncak klasemen sementara.
Jika mampu mengalahkan Barito Putera, PSS Sleman akan mengoleksi 38 poin dan melompati Persipura Jayapura (37 poin), sementara Barito Putera harus rela turun ke posisi ketiga dengan 36 poin.
Namun, skenario lain juga patut diperhitungkan. Hasil imbang justru membuka peluang bagi Barito Putera untuk merebut puncak klasemen.
Dengan keunggulan selisih gol atas Persipura, Barito berpotensi mengakhiri putaran kedua di posisi teratas jika laga berakhir tanpa pemenang.
Dalam skenario ini, klasemen akan menempatkan Barito Putera dan Persipura Jayapura sama-sama mengoleksi 37 poin, sementara PSS Sleman tertahan di posisi ketiga dengan 36 poin.
Meski begitu, posisi puncak putaran kedua belum menjadi jaminan tiket promosi. Liga 2 musim ini masih menyisakan putaran ketiga yang akan dimulai sekitar 13 hari ke depan.
Artinya, hasil di Maguwoharjo lebih tepat dibaca sebagai penentu arah dan psikologis tim menuju fase krusial berikutnya.
Bagi Barito Putera, laga tandang ini menjadi ujian konsistensi. Mereka datang dengan misi realistis: mencuri poin dan menjaga posisi di papan atas.
Solidnya lini belakang menjadi andalan utama, sementara efektivitas serangan akan sangat menentukan di kandang lawan yang dikenal sulit ditaklukkan.
Sementara itu, PSS Sleman memikul beban ekspektasi publik. Menang berarti menegaskan kebangkitan dan kapasitas sebagai penantang serius promosi.
Kalah atau imbang akan membuat jalan ke puncak semakin terjal, sekaligus memberi keunggulan psikologis bagi para rival.
Dengan selisih poin yang tipis dan kepentingan besar di kedua kubu, duel PSS Sleman kontra Barito Putera tak hanya menjadi laga penutup putaran kedua.
Ia adalah pertarungan arah: siapa yang siap memimpin, dan siapa yang harus mengejar pada fase penentuan Liga 2 musim ini.



















Komentar