• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber
Minggu, Agustus 16, 2026
ACEHFOOTBALL.net
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
Minggu, Agustus 16, 2026
No Result
View All Result
ACEHFOOTBALL.net
No Result
View All Result

Naturalisasi di Mata Putra Pemilik PSAA Abulyatama

Harmain Harmain
Minggu, 30/08/2020 - 18:43 WIB
in Bolanesia
Naturalisasi

DR H Muammar Khadafi, kritisi soal naturalisasi | Foto via dpr.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

ACEHFOOTBALL.net — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta lebih fokus pada pembinaan atlet untuk mendulang prestasi, ketimbang naturalisasi. Karena itu, patut didorong peningkatan prestasi.

Hal itu diutarakan anggota DPR-RI Muhammad Kadafi selaras dengan prestasinya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang telah diraih Kemenpora.

“Itu penantian selama 10 tahun. Maka kita harap juga prestasi atlet bisa berbanding lurus,” kata Kadafi di Jakarta, Jumat (28/8/2020). Kadafi adalah putra dari pendiri PSAA Abulyatama, H Rusli Bintang.

Pernyataan Kadafi mengenai prestasi atlet ini berkaitan dengan persoalan naturalisasi yang saat ini menjadi isu publik. Upaya naturalisasi atlet ini tak hanya kalangan atlet sepakbola namun juga pada cabang olahraga lainnya, misalnya olahraga basket.

INFO BOLALAINNYA

TAJUK: Mengapa Klub-klub Aceh Gagal Bersaing di Liga Nasional?

Unaaha FC Awali 16 Besar dengan Kemenangan, Tekuk Persema

19/06/2026 - 18:04 WIB
Coach Azhar: Unaaha FC Siap Berlaga di Babak 16 Besar Liga 4 Nasional

Coach Azhar: Unaaha FC Siap Berlaga di Babak 16 Besar Liga 4 Nasional

17/06/2026 - 08:32 WIB
Unaaha FC Melaju ke 16 Besar dengan Poin Sempurna

Unaaha FC Melaju ke 16 Besar dengan Poin Sempurna

15/06/2026 - 22:07 WIB
Unaaha FC dan PS Ngada Berebut Status Juara Grup

Unaaha FC dan PS Ngada Berebut Status Juara Grup

15/06/2026 - 10:00 WIB

“Sebaiknya, kita mendorong dan bekerja keras untuk peningkatan prestasi atlet-atlet Indonesia, bukan memilih jalan pintas naturalisasi,” kata Kadafi yang disebut-sebut pernah menjadi atlet balap pada PON 2008 silam.

Bahkan, Kadafi mengatakan belum melihat nilai positifnya dari naturalisasi atlet tersebut. “Sekarang yang harus dilihat adalah apakah naturalisasi atlet itu memiliki dampak positif untuk atlet-atlet Indonesia atau tidak.

“Jika tidak ada nilai positifnya, maka lebih baik kita fokus saja bagaimana mengembangkan para atlet muda di Indonesia agar lebih berkualitas,” kata Kadafi menambahkan.

Menurut Kadafi, dibanding naturalisasi atlet lebih baik mengundang pelatih-pelatih yang berkompeten. “Jauh lebih bermanfaat. Karena mengenai atlet ini berkaitan dengan tim olahraga, bukan untuk perorangan,”

“Bahkan pelatih-pelatih yang berkompeten dapat menularkan ilmu-ilmunya kepada pelatih-pelatih di Indonesia, itu lebih positif. Kalau naturalisasi kan kesannya hanya mencari jalan pintas saja,” tutup dia.

Naturalisasi atlet, kata Kadafi, juga dapat mengganggu semangat para atlet Indonesia. “Mental mereka drop, seakan-akan usaha keras mereka selama ini tidak diapresiasi sama sekali,”

“Ini tidak baik bagi perkembangan atlet, sebab telah memupus harapan mereka, dan merusak semangat juang mereka selama ini. Saya kira, pemerintah dan pengurus cabang olahraga perlu memperhatikan soal-soal seperti ini. Kita juga harus lihat tujuan utama dari kegiatan olahraga kita,” katanya.

Sebetulnya, kata Kadafi, yang paling penting adalah menyelesaikan inti persoalan pada dunia olahraga. “Misalnya, apakah sudah ada kurikulum pembinaan yang seragam dalam dunia olahraga atau tidak, bagaimana dengan kestabilan kompetisinya,”

Selain itu, juga bagaimana dengan pengurus cabang olahraga apakah memiliki roadmap untuk atlet-atletnya. Ini semua yang perlu diluruskan,” katanya.

Selain itu, kata Kadafi, persoalan itu juga akan berkaitan dengan sarana dan prasarana bagi atlet serta jaminan masa depan para atlet.

“Misalnya, ketika membangun sarana olahraga, apakah ini terintegrasi dengan dunia pendidikan atau tidak. Jika fasilitas-fasilitas ini terintegrasi dengan dunia pendidikan maka atlet-atlet yang menggunakan adalah mereka yang berada dalam dunia pendidikan. Artinya selain bersekolah mereka juga adalah atlet,” katanya.

|

Tags: kemenporasepakbola indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

Diari Akmal: Saat Arsenal Juara Community Shield

Next Post

RD: Zulfiandi Mulai Kembali ke Level Tertinggi

BERITA BOLA LAINNYA

Pelatih Aceh Ini Bersiap Cetak Sejarah Bersama Tim Sulawesi

Pelatih Aceh Ini Bersiap Cetak Sejarah Bersama Tim Sulawesi

12/06/2026 - 14:49 WIB
Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

PSAP dan Al Farlaky Gagal ke 32 Besar Liga 4 Nasional

06/06/2026 - 17:49 WIB
Saddil Ramdani Siap Buktikan Diri di Era John Herdman

Saddil Ramdani Siap Buktikan Diri di Era John Herdman

05/06/2026 - 17:25 WIB
Revan Kejar Mimpi Bersama Timnas Futsal U-17 Indonesia

Revan Kejar Mimpi Bersama Timnas Futsal U-17 Indonesia

01/06/2026 - 15:44 WIB
Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

Ini Jadwal PSAP Sigli dan Al Farlaky FC di 64 Besar Liga 4 Nasional

29/05/2026 - 23:49 WIB
19 Pemain Dipanggil TC Timnas Futsal U-17, Revan Aditya Wakili Aceh

19 Pemain Dipanggil TC Timnas Futsal U-17, Revan Aditya Wakili Aceh

29/05/2026 - 20:36 WIB
Talenta Aceh Tembus Timnas Futsal, Revan Ikut TC U-17 Jelang ke Spanyol

Talenta Aceh Tembus Timnas Futsal, Revan Ikut TC U-17 Jelang ke Spanyol

29/05/2026 - 20:23 WIB
Klub Zulfiandi Dukung Erick Thohir Jadi Ketua Umum PSSI

Piala Presiden 2026 Bukti Sepak Bola Pemersatu dari Akar Rumput

14/05/2026 - 21:03 WIB
Persiraja Berharap Ikut Piala Presiden, Ini Kata Manajemen

Piala Presiden 2026 Resmi Digelar, 2 Klub Aceh Siap Tempur

14/05/2026 - 20:57 WIB
Delapan Tim Melaju ke 8 Besar EPA U-19, Persiraja Terbenam

Delapan Tim Melaju ke 8 Besar EPA U-19, Persiraja Terbenam

07/05/2026 - 15:19 WIB
Load More

Komentar

90 MENIT TERPOPULER

  • Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

    Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persiraja Ikat Lima Pemain Lokal, Dua Dikontrak Tiga Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Liga 1 Tak Menentu, Persiraja Akan Pulang Ke Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KLASEMEN

UPDATE TERBARU

16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

16 Tim Berebut Hadiah Rp9 Juta di Piala AMFI Aceh

14/08/2026
Wasit Terbaik Afrika Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Gagal Pimpin Piala Dunia, Omar Artan Wasiti Piala Super Eropa

14/08/2026
WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

WCP Tegaskan Gaya Bermain Miftahul Hamdi dkk di PSIS

13/08/2026
24 Peserta Ikuti Kursus Wasit Mini Soccer AMFI Aceh

24 Peserta Ikuti Kursus Wasit Mini Soccer AMFI Aceh

12/08/2026
Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

Tim Akhyar Ilyas TC di Jakarta, Bersiap Hadapi PSIS Semarang

12/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Fans Menulis
  • Terms of use
  • Aturan Media Siber

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

No Result
View All Result
  • HOME
  • BOLA ACEH
  • BOLANESIA
  • PIALA DUNIA
  • ANALISIS
  • A-SPORT
  • LIGA DUNIA
  • FUTSAL
  • PERSIRAJA
  • FANTASY
  • TV
  • Login

© 2020 - CV. Pedagangkata Aceh Media (Pekame). Made with in Indonesia
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia