ACEHFOOTBALL — Pengamat sepakbola nasional Tommy Welly alias Bung Towel membuat sebuah postingan kritis tentang Kongres Tahunan PSSI yang sudah kelar di Bali belum lama ini.
Lewat akun instagramnya, Bung Towel mengatakan kongres di Bali itu janggal dan tidak sesuai dengan statuta. Berikut ini kutipan lengkapnya.
“Dalam sepakbola, statuta itu ibarat kitab suci. Posisinya adalah hukum tertinggi. Statuta mendasari bangunan organisasi sepakbola termasuk PSSI.
Nah, kaitannya dengan kongres Bali yang baru lewat, ada celah yang janggal alias tidak sesuai dengan statuta.
Di Statuta PSSI 2018 pasal 23 ayat (1) ttg Delegasi dan Hak Suara disebutkan bhw kongres diikuti 96 voters. Rinciannya; 18 klub Liga 1; 16 klub Liga 2; 16 klub Liga 3; 8 klub Liga 4; 34 asprov dan 1 Federasi Futsal Indonesia.
Totalnya jadi 93 voters, krn 3 asosiasi yakni pelatih, wasit dan sepak bola wanita belum terbentuk.
Tapi di kongres Bali kmrn, PSSI menyatakan total voters adalah 85. Minus 8 voters mengacu pada statuta pasal 23 ayat (1) diatas. Artinya 8 voters yg tdk disertakan dlm kongres Bali adalah 8 klub yg merupakan perwakilan dr Liga 4.
Fakta ini tentu menimbulkan beberapa pertanyaan. Mengapa jumlah total voters di kongres Bali tdk sesuai dg statuta? Mengapa tdk ada 8 voters yg mewakili Liga 4? Kalau 8 voters dari Liga 4 dihilangkan, atas dasar atau alasan apa?
Lalu kapan dan lewat forum apa keputusan total 85 voters itu ditetapkan?
Fakta sepak bolanya, mmg tdk ditemukan kompetisi dengan label Liga 4 pd musim 2018. Kompetisi amatir yg dikelola asprov diprovinsinya masing” disebut Liga 3 Regional. Sedangkan Liga 3 putaran Nasional dikelola PSSI.
Pertanyaannya, jika faktanya tdk ada yg disebut sebagai Liga 4, mengapa dlm statuta pasal 23 ayat (1) diatas, PSSI msh menyatakan perwakilan 8 voters dr Liga 4.
Dengan kata lain, sebenarnya bisa disimpulkan bahwa PSSI gagal mengeksekusi semua jenjang kompetisi sesuai amanah statuta.
Dengan kata lain pula, jika jumlah voters yg ditetapkan di kongres Bali kemarin tdk sesuai statuta, bukankah kongres Bali bisa dianggap invalid? Karena bagaimana mgkn PSSI mengingkari statutanya sendiri yg adalah hukum tertinggi sepakbola.
Jadi jika pelaksanaan kongresnya kini menimbulkan tanda tanya invalid, bukankah produknya pun bisa dianggap invalid juga?
Eh tiba” masuk pesan WA spt ini,”Mbah, Anda mgkn dpt membohongi semua orang dlm satu waktu, dan bbrp orang dlm setiap waktu, tetapi anda tdk dpt membohongi semua orang sepanjang waktu”




















Komentar