ACEHFOOTBALL.com — Partai puncak final Liga Nusantara Tahun 2015 Wilayah Aceh, akan bergulir di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Kamis (14/1/2016) ini.
Dua tim yang tampil di partai pamungkas adalah Peureulak Raya lawan PS Pidie Jaya. Menariknya, kedua kubu sudah pernah bentrok di babak penyisihan Grup I di Stadion Mini Unsyiah, Selasa(22/12/2015).
Kala itu, Pidie Jaya menang dengan skor, 0-2. Gol kemenangan pasukan asuhan Azhari dan Armia Dolly ini dicetak Wahyu Daud di menit 64, dan gol di menit akhir lewat hentakan Dian Ardiansyah.
Praktis, Peureulak Raya sepertinya tak bisa melupakan kekalahan dalam babak penyisihan itu. Meski secara materi mereka percaya diri tak semudah itu dikalahkan Pidie Jaya.
Kekalahan itu membuat Peureulak Raya ingin revans dalam pertemuan kedua di partai puncak petang ini. Mereka sangat ingin membalas atas kekalahan sebelumnya.
“Kami memang sudah lolos, tapi kami masih punya utang 2-0 yang harus dibalas,” ujar Pelatih Peureulak Raya, Mustafa Yusri yang didampingi Asisten Pelatih Saifuddin dan Armai seperti dilansir Serambi Indonesia.
Kini pemain Peureulak sangat bersemangat menghadapi partai final. Apalagi, lawan mereka Pidie Jaya yang tentu saja sudah diketahui kekuatannya. Karena sebelumnya kedua tim merupakan wakil dari Grup I.
Di mana Pidie Jaya sebagai juara grup dan Peureulak menjadi runner up. Meski kedua tim kini sudah sama-sama menggenggam tiket sebagai duta Aceh ke Zona Sumatera. Tapi ambisi untuk menghabisi lawannya cukup tinggi.
Pemain Peureulak Raya juga akan istirahat total, Rabu (13/1) malam guna menghadapi partai final nantinya. Karena mereka sudah diberi kesempatan untuk istirahat siangnya. Ini bertujuan untuk memfokuskan konsentrasi pemain melawan Pidie Jaya.
Kubu Peureulak Raya hanya kehilangan pemain belakang, M Hidayat akibat kartu merah melawan PSAU Lhoksukon. Tapi pemain lain siap diturunkan guna membuat perhitungan dengan Pidie Jaya.
Sedangkan pihak Pidie Jaya juga berambisi untuk merebut gelar juara. Mereka hanya tak bisa diperkuat gelandang bertahan, Akmal akibat akumulasi kartu. Posisinya akan digantikan oleh Heri Ferial.
Kubu Pidie Jaya memang sudah melupakan keunggulan 2-0 sebelumnya dan fokus untuk final. Meskipun hasil ini menjadi motivasi bagi pemain. Tapi pemain diminta tak boleh meremehkan lawan. Karena semua tim telah berubah setelah babak penyisihan grup berakhir Desember lalu.
“Tapi anak-anak ini cukup bagus dan kompak selama pertandingan. Ini menjadi suatu kekuatan kita menghadapi lawan,” kata Pelatih Pidie Jaya, Azhari.
Editor: Indra
Sumber: aceh.tribunnews.com






Komentar