Acehfootball.com — Komite Ad-hoc Reformasi PSSI telah selesai menggelar rapat perdana di kantor PSSI Pusat, Jakarta, Jumat (11/12). Namun pada rapat perdana ini jumlah personel yang hadir baru lima orang, ditambah dengan perwakilan dari AFC yaitu Komite Eksekutif AFC, Mariano Araneta, dan salah satu direktur AFC, Sanjeevan.
Dalam pertemuan ini, juga masih belum dihadiri perwakilan dari Pemerintah. Sebelumnya. Pemerintah beralasan ingin melihat dulu lingkup kerja dari komite tersebut, sebelum memutuskan bergabung atau tidak. Bahkan, mereka lebih fokus pada pembentukan Tim Kecil, yang diklaim sudah disepakati juga oleh perwakilan FIFA dan AFC, saat bertemu Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, awal November lalu.
Meski belum ada perwakilan Pemerintah, AFC menegaskan komite ini akan tetap berjalan. “Kami akan tetap bekerja karena sudah ada terms of reference (TOR). Jadi berjalan sambil menunggu dan meyakinkan Pemerintah,” kata Mariano dalam jumpa pers usai rapat.
“Saya berharap Pemerintah tetap mengirimkan wakilnya. Saya rasa reformasi di sepakbola Indonesia bisa tercapai dengan melibatkan seluruh stakeholder termasuk PSSI dan Pemerintah,” terangnya.
Kemudian ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI menegaskan bahwa komite ini dibentuk bukan untuk membela salah satu pihak. “Saya mohon jangan sampai ada salah interpretasi. Komite ini dibentuk bertujuan untuk reformasi dan membenahi sepakbola nasional,” ujar Agum Gumelar. “Saya sangat berharap Pemerintah merespons positif, dan TOR sudah dikirim sejak seminggu lalu oleh FIFA ke Pemerintah. Lingkup kerjanya ada lima bidang kegiatan utama.”
“Kepada semua pihak supaya menahan diri, jangan membuat pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan perpecahan opini di masyarakat kita. Kalau bisa menyejukkan suasana, jangan memanaskan suasana. Beri kepercayaan kepada kami untuk bekerja seperti apa yang diinginkan Pak Jokowi soal reformasi sepakbola Indonesia,” tutupnya.
Sumber : Bola.net
Editor : iPAN




















Komentar