Piala Kemerdekaan sudah tuntas digelar. Tapi, Badan Olahraga Profesional (BOPI) mengaku kecewa dengan masalah yang muncul pada turnamen yang dibentuk tim transisi.
Dikutip dari detiksport Senin (14/9/2015), Sekjen BOPI Heru Nugroho mengaku sejak sebelum babak knock-out PT Cataluna Sportindo, yang menjadi event organizer (EO) untuk Piala Kemerdekaan, sebenarnya akan dievaluasi.
Tetapi tim transisi meminta agar evaluasi dilakukan setelah babak final saja. Dalam hal menyangkut teknis dan keuangan, BOPI disebutnya hanya bisa meminta pertanggungjawaban EO bukan tim transisi.
“Yang jelas kami kecewa karena ini kan hajatannya tim transisi yang bilang mau memperbaiki tata kelola sepakbola nasional. Tapi malah ada masalah,” ungkap Heru.
Karena kecewa itulah, BOPI akan melaporkan hal itu kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.
Seperti diketahui, match fee sejumlah klub peserta Piala Kemerdekaan masih ada yang belum dibayarkan lantaran dana dari sponsor belum cair. Tak hanya itu, honor wasit juga mengalami hal yang sama.
“Sebelum babak knock out kami mau manggil EO-nya. Tapi tim transisi katakan jangan dulu, nanti saja kalau sudah selesai. Seminggu setelah Piala Kemerdekaan baru bisa dievaluasi.”
“Yang pasti kami akan melaporkan masalah ini kepada Pak Menteri karena menyangkut tim transisi. Mereka kan selalu bilang memperbaiki tata kelola sepakbola, tapi mencontohkan yang tidak baik,” urai Heru Nugroho.
Editor: Indra




















Komentar