Laga babak 8 Besar Piala Presiden 2015 bukan hanya pertemuan Persebaya United lawan Sriwijaya FC. Tapi, tarung lapangan tengah juga menjadi milik duo pemain asal Bireuen, Aceh.
Seperti diketahui, hasil undian tersebut mempertemukan runner-up Grup A, Persebaya United yang dibela Zulfiandi, eks pemain Timnas U-19 asal Aceh dengan juara Grup B, Sriwijaya FC yang juga bertumpu pada Syakir Sulaiman.
Keduanya berasal dari daerah yang sama. “Ini akan menarik untuk penonton di Aceh,” ujar Rahmadani, seorang mahasiswa Bireuen yang sedang kuliah di Banda Aceh, saat menjawab ACEHFOOTBALL.com, tadi sore.
Pada sisi lain, kata Rahmadani, penampilan keduanya juga makin memberi hiburan khususnya bagi penduduk Bireuen saat menonton Piala Presiden. “Bireuen sebagai lumbung pemain sepak bola sudah wajar ada bentrok pemain seperti ini,” katanya.
Sementara Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan menyambut baik hasil undian ini babak delapan besar. “Bertemu Sriwijaya FC itu cocok dengan keinginan kami,” ujarnya seperti dilansir sejumlah media.
Meski demikian, Ibnu enggan menjelaskan apa saja yang membuatnya senang dengan hasil undian tersebut. Ibnu sengaja tak mau terbuka soal ini karena dikhawatirkan menimbulkan kesan jemawa.
Menurut Ibnu, Laskar Wong Kito juga bukan lawan yang sangat berat. “Saya tak hanya menghitung dari sisi teknis saja. Dari faktor nonteknis, Sriwijaya FC juga lebih sepadan dengan kami, dibanding enam tim lainnya,” ucap Ibnu.
Jika melihat kekuatan tim-tim yang melaju ke Babak 8 Besar, Sriwijaya FC tentu bukan lawan ringan bagi Jendry Pitoy dan kawan-kawan.
Reporter: Phonna




















Komentar