Hasil buruk yang diperoleh Persija Jakarta pada laga pembuka Piala Presiden, Minggu (30/8/2015), membuat Ismed Sofyan kecewa berat. Pemain senior asal Aceh ini mengaku turut andil.
Menurut Ismed, kekalahan telak 0-3 dari Bali United diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga untuk menatap peluang di fase Grup C.
“Saya juga turut andil dalam kekalahan ini. Tapi, sekali lagi saya bilang kekalahan ini harus menjadi pelajaran positif agar kita bisa bangkit di pertandingan berikutnya. Tidak boleh imbang, apalagi kalah!” katanya seperti dilansir Harian Super Ball.
Mantan pemain Persiraja ini mengakui kekurangannya di laga perdana. Ia juga keteteran mengawal gempuran bertubi-tubi para pemain serang tim asuhan Indra Sjafri.
Imbasnya, Andritany Ardhiyasa harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tiga kali. “Yang pasti sangat kecewa dengan hasil buruk ini,” kata Ismed.
Tapi, sambung dia, harus dijadikan pelajaran berharga untuk mengevaluasi diri kalau memang masih mau lolos ke babak delapan besar
Buruknya pola permainan skuad oranye tidak terlepas dari kondisi fisik yang jeblok. Apalagi skuad Laskar Dipta merupakan memiliki persiapan intensif selama enam bulan terakhir.
Durasi persiapan yang mepet juga dianggap mengurangi kolektivitas tim di semua lini.
“Terutama kurang koordinasi lini tengah. Kita terlalu banyak membuka celah sehingga mereka bisa berkreasi dengan leluasa,” ujar pemain 36 tahun itu.
Editor: Indra




















Komentar