Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Aceh menempatkan cabang sepak bola sebagai prioritas IV dalam daftar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) IX dan Pra-PON XIX KONI Aceh Tahun 2015.
Akibatnya, Asprov PSSI Aceh sebagai induk sepak bola cuma mendapat anggaran satu bulan dalam melakukan pembinaan atau training center (TC). Mereka harus berjuang meraih tiket lolos ke PON XIX/2016 di Jawa Barat.
Ini mengacu pada surat pemanggilan atlet Pelatda Pra-PON XIX dan Porwil IX tahun 2015 KONI Aceh bernomor 78/KONI-ACEH/II-2015 tertanggal 23 Februari 2015 yang ditandatangani Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abu Bakar, Ketua Panitia Pelatda Bakhtiar Hasan, Wakil Ketua T Rayuan Sukma, dan Sekretaris Dahlan S.IP.
Dalam surat itu tercantum sembilan cabor yang masuk prioritas IV dengan masa Pelatda satu bulan, yaitu sepakbola, sepak takraw, bola voli indoor, bulutangkis, senam, baseball/softball, judo, dan futsal.
Bahkan, untuk bisa masuk dalam Kontingen PON Aceh 2016, sepak bola juga diwajibkan menjuarai Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera pada September 2015 di Bangka Belitung.
Karena untuk cabor permainan seperti sepakbola, KONI Aceh telah menetapkan syarat wajib juara Porwil untuk bisa diberangkatkan ke PON tahun depan.
Atas alasan itulah, pihak PSSI Aceh belum bergerak mempersiapkan tim. Salah satu kendalanya juga masalah pendanaan. Karena yang ditanggung KONI hanya satu bulan saja. “Karena itu, seleksi baru kita mulai pertengahan Agustus ini,” ujar Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Adly Tjalok bin Ibrahim.
Reporter: Phonna
Editor: Indra








Komentar