Ayah Martunis, Sarbini menyambut girang, anaknya bisa kembali ke Portugal. Hanya saja, dia mewanti-wanti dengan segudang nasihat agar selama di negara itu dia bisa menjaga diri.
Pada sisi lain, Sarbini meminta anaknya untuk fokus pada apa yang dicita-citakannya, terutama di sepak bola. Untuk alasan itulah, makanya, dia mendukung ketika Martunis kembali diundang ke Portugal.
“Ini kesempatan langka, karena itu, kami mendukung dan mendoakan saja. Semoga apa yang dia cita-citakan tercapai,” ujar Sarbini kepada ACEHFOOTBALL.com, Sabtu (27/6/2015) dalam bahasa Aceh.
Menurut warga Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh ini, sekarang semuanya sangat tergantung pada keseriusan dia (Martunis) dalam menuntut ilmu di sana. “Selain harus pintar-pintar menjaga diri karena hidup dirantau, juga harus tetap taat pada ajaran agama,” tutur Sarbini.
Dia mengatakan, sebelum berangkat, dirinya sudah mengingatkan anaknya dengan petuah-petuah agama. “Itu sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita. Kita bekali dia dengan nasihat sebelum merantau,” papar Sarbini.
Diakuinya juga, sesuai dengan tradisi atau kebiasaan masyarakat setempat, Martunis juga sudah ditepung tawari sebelum berangkat. “Dia juga sudah minta izin dan doa restu pada neneknya,” ungkap Sarbini.
Martunis, Minggu (28/6/2015) akan berangkat ke Portugal melalui Jakarta, Kuala Lumpur dan transit di Amsterdam, Belanda sebelum menuju Lisbon. Keberangkatannya ke Jakarta didampingi pengampu yang selama ini membimbing Martunis yakni Munawardi Ismail, ketua Warta FC di Banda Aceh.
Dia akan berangkat dengan KLM Royal Dutch Airlines (KL)-810. “Pukul 18.45 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta,” tambah Munawardi.
Indra : Indra
Reporter: Phonna






Komentar