Gelandang Sriwijaya FC Asri Akbar memutuskan merumput di liga antar kampung alias tarkam. Keputusan itu, diambil Asri jika Sriwijaya FC benar-benar bubar pekan depan.
Menurut gelandang energik asal Makassar ini, ia tidak mempunyai kemampuan selain bermain bola. Bergabung di berbagai klub untuk bermain tarkam menjadi pilihan terbaiknya di tengah belum berakhirnya kisruh sepak bola nasional.
“Apabila klub saya (SFC) bubar saya terpaksa memilih bermain tarkam mas di kampung. Mau bagaimana lagi itulah pilihan yang bisa di ambil sekarang ini,”ujar Asri di hubungi melalui telepon pribadinnya.
Asri menuturkan, ia bermain tarkam di kampung halamannya bersama rekan-rekannya. Walapun hanya mendapatkan bayaran sedikit tetapi kesedihannya mampu terobati. “Saya hanya berharap dan terus berdoa agar kondisi bisa kembali normal lagi. Dan kami kembali bermain bola seperti biasanya,”ungkapnya.
Terkait opsi pembubaran oleh manajemen, Asri mengatakan, tidak kecewa ataupun kesal dengan keputusan itu. Lantaran, ia cukup memahami kondisi yang dihadapi manajemen Laskar Wong Kito ditengah konflik saat sekarang ini.
“Klub dibubarkan kalau saya menilainya wajar mas. Kompetisi tidak ada dan sponsor juga pasti tidak mau membiayai kami lagi,”kata Asri dengan nada sedih.
Asri juga berpikir apabila manajemen SFC ngotot tetap mempertahankan klub juga percuma. Dikarenakan apa bisa dilakukan tim tanpa ada kompetisi.
“Tim dipertahankan juga bingung kita mau ngapain. Tidak mungkin hanya latihan kasihan manajemen dan para pemain. Lebih baik seperti ini, semua menjadi jelas. Kita sama-sama menunggu nasib sepak bola Indonesia kedepannya seperti apa,”pungkasnya.
sumber: sindonews




















Komentar