Pangeran Ali Bin Al Hussein, wakil presiden FIFA saat ini yang sekaligus juga menjabat sebagai presiden federasi sepakbola Jordania dan anggota komite eksekutif AFC, yang menjadi penantang Blatter tersebut. Pada hari Selasa (6/1/2015) ini, Pangeran Ali Bin Al Hussein dengan terbuka mengumumkan keinginannya untuk maju sebagai kandidat presiden FIFA pada 29 Mei mendatang.
Pangeran Yordania ini mengaku mau maju sebagai kandidat presiden baru FIFA setelah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, sudah saatnya terjadi perubahan di tubuh FIFA.
“Pesan yang saya dengar, terus menerus, adalah bahwa ini saatnya untuk perubahan,” tuturnya dalam pernyataannya. “Ini waktunya untuk mengalihkan fokus dari kontroversi administratif dan kembali ke sisi olahraga. Headline (di media) seharusnya soal sepakbola, bukan soal FIFA.”
“Dunia pantas memiliki badan kelas dunia – sebuah federasi internasional yang merupakan organisasi pemberian jasa dan model atas etika, transparansi, dan good governance.”
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Keputusan ini hadir setelah pemikiran yang hati-hati dan banyak diskusi dengan rekan-rekan di FIFA selama beberapa bulan terakhir.”
Pangeran Ali disebut mendapatkan dukungan dari UEFA, yang tak ingin Blatter kembali bertahta. Ia adalah sosok di balik suksesnya permohonan untuk penghapusan larangan penggunaan hijab di sepakbola wanita dan juga salah satu sosok penting yang meminta agar laporan Michael Garcia atas dugaan korupsi pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 dibuka secara publik.
Selain Blatter dan Pangeran Ali, hanya Jerome Champagne, yang bergabung dengan FIFA pada 1999, yang sudah mengungkapkan keinginannya untuk ikut serta dalam pemilihan presiden FIFA.
Sumber: Bolanasional.co






Komentar