ACEHFOOTBALL.net — Persiraja Banda Aceh harus memulai perjuangan di Liga 2 2026/2027 dengan beban tambahan. Laskar Rencong dijatuhi pengurangan satu poin akibat persoalan Club Licensing sehingga mengawali kompetisi dengan nilai -1.
Persiraja menjadi salah satu dari empat klub Grup Barat yang terkena sanksi pengurangan poin. Tiga klub lainnya adalah Persiku Kudus, PSIS Semarang dan Sumsel United.
Di Grup Timur, tiga klub juga mendapat sanksi dengan besaran berbeda, yakni Kendal Tornado dan Persela Lamongan masing-masing -1, Persiba Balikpapan -3, serta PSBS Biak -4.
Sanksi tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan Club Licensing Cycle, yang menjadi salah satu syarat bagi klub untuk mengikuti kompetisi.
Regulasi lisensi mencakup sejumlah aspek penting dalam tata kelola klub, termasuk administrasi, hukum, keuangan, infrastruktur dan olahraga.
Dengan pengurangan satu poin, Persiraja tidak hanya dituntut meraih kemenangan sejak laga pertama, tetapi juga harus terlebih dahulu menghapus defisit poin tersebut.
Artinya, kemenangan pada pertandingan pembuka baru akan membuat Persiraja mengantongi dua poin, bukan tiga.
Tantangan Sejak Laga Pembuka
Beban tersebut membuat persaingan Grup Barat semakin ketat. Persiraja dijadwalkan menghadapi Semen Padang FC pada laga pembuka Liga 2 2026/2027 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026) pukul 20.30 WIB.
Semen Padang sendiri juga menghadapi persoalan berbeda terkait persiapan menghadapi kompetisi setelah terdegradasi dari Liga 1.
Bagi Persiraja, laga pembuka menjadi kesempatan penting untuk segera memangkas defisit poin sekaligus mengirim sinyal bahwa sanksi administratif tidak akan mengganggu target mereka di musim baru.
Persiraja kemudian akan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 19 September, sebelum bertandang ke markas Persikad pada 26 September. Selanjutnya, Laskar Rencong menjamu Sumsel United pada 2 Oktober.
Pengurangan poin di awal kompetisi membuat setiap pertandingan menjadi semakin penting. Persiraja tidak hanya harus mengejar tiga poin, tetapi juga mengejar posisi dari titik start yang berada di bawah seluruh pesaing yang tidak mendapat sanksi serupa.
Bagi klub yang membidik persaingan papan atas, kehilangan satu poin sebelum kompetisi dimulai tentu bukan situasi ideal. Kini, pekerjaan Persiraja bukan sekadar memenangkan pertandingan, tetapi juga memastikan defisit tersebut segera ditutup. [dbs]























