ACEHFOOTBALL.net — Selain Persiraja Banda Aceh yang harus Championship 2026/2027 atau Liga 2 dengan beban minus satu poin, ada puluhan tim lain menghadapi nasib yang sama.
Sanksi tersebut membuat Laskar Rencong mengawali kompetisi dari posisi di bawah nol sebelum memainkan pertandingan pertama.
Kondisi itu terlihat dalam klasemen awal Pegadaian Championship 2026/2027 yang dirilis I.League selaku operator kompetisi. Sejumlah klub harus memulai musim dengan pengurangan poin akibat sanksi yang diterima sebelum kompetisi bergulir.
Di Grup A atau Grup Barat, Persiraja menjadi salah satu dari empat klub yang mengawali kompetisi dengan minus satu poin. Tiga klub lainnya adalah PSIS Semarang, Semen Padang FC dan Sumsel United.
Sementara Persikad, PSGC Ciamis, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru dan Adhyaksa FC Bekasi memulai kompetisi dengan nol poin.
Persiku menjadi klub Grup A dengan pengurangan poin lebih besar. Tim tersebut harus memulai kompetisi dengan minus dua poin.
Kondisi lebih berat terjadi di Grup B atau Grup Timur. Kendal Tornado FC, Persela Lamongan dan Persipura Jayapura masing-masing memulai kompetisi dengan minus satu poin.
Sedangkan Persiba Balikpapan dan PSBS Biak harus menerima beban lebih berat dengan memulai kompetisi dari minus empat poin.
Artinya, kedua klub tersebut harus mengumpulkan setidaknya lima poin hanya untuk melewati titik nol dalam klasemen.
Bagi Persiraja, pengurangan satu poin membuat setiap pertandingan sejak awal musim menjadi penting.
Kemenangan pada laga pertama tidak hanya berarti tambahan tiga poin, tetapi juga langsung membawa Persiraja keluar dari posisi minus dan mengubah perhitungan dalam persaingan Grup A.
Situasi tersebut membuat Persiraja harus bekerja lebih keras dibanding klub yang memulai kompetisi dengan nol poin. Satu kekalahan atau hasil imbang di awal musim berpotensi memperlebar jarak dengan pesaing.
Persaingan juga semakin ketat karena sejumlah klub lain di Grup A berada dalam kondisi serupa. PSIS Semarang, Semen Padang FC dan Sumsel United juga harus mengejar defisit satu poin sejak awal.
Dengan kondisi tersebut, pertandingan pembuka bukan sekadar perebutan tiga poin bagi Persiraja. Laga pertama menjadi kesempatan untuk menghapus beban minus sekaligus menjaga peluang bersaing menuju fase berikutnya dan target promosi.
Pegadaian Championship 2026/2027 pun akan menjadi ujian tersendiri bagi klub-klub yang terkena sanksi. Mereka tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga harus mengejar ketertinggalan yang sudah ada sebelum kompetisi dimulai.






















