ACEHFOOTBALL.net — Argentina kembali dipertemukan dengan Swiss di babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026.
Pertemuan ini mengingatkan publik pada duel dramatis kedua tim di babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil, ketika aksi magis Lionel Messi menjadi pembeda dan mengantar La Albiceleste melangkah ke delapan besar.
Menjelang laga yang akan berlangsung di New York/New Jersey Stadium, FIFA kembali mengenang penampilan luar biasa Messi dalam kemenangan tipis 1-0 atas Swiss di Arena de Sao Paulo, 1 Juli 2014.
Messi Datang
Saat itu Messi sedang berada di puncak performa. Kapten Argentina tersebut mencetak empat gol di fase grup dan membawa timnya menyapu bersih tiga pertandingan.
Ketergantungan Argentina terhadap sang megabintang bahkan diakui langsung oleh pelatih Alejandro Sabella.
“Ketika Anda memiliki pemain seperti Messi, tentu akan ada ketergantungan. Kami berusaha menguranginya, tetapi itu selalu ada. Kami harus bersama-sama membantunya agar tekanan tidak hanya berada di pundaknya,” kata Sabella.
Di sisi lain, Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah finis sebagai runner-up grup di bawah Prancis.
Pelatih Ottmar Hitzfeld bahkan sempat menyatakan bahwa timnya telah menyiapkan cara untuk menghentikan Messi.
“Setiap lini pertahanan pasti mengalami masalah ketika menghadapi Messi. Kami percaya kepada pertahanan kami. Bagaimana menghentikannya? Besok akan kami tunjukkan,” ujar Hitzfeld sehari sebelum pertandingan.
Selama 120 menit pertandingan, Swiss tampil disiplin dan mampu meredam sebagian besar serangan Argentina.
Namun kualitas individu Messi tetap bersinar. Beberapa kali pemain bernomor punggung 10 itu memperlihatkan dribel khasnya.
Ia melewati Valon Behrami dan Ricardo Rodriguez hanya dengan satu gerakan bahu, lalu mempermalukan Gelson Fernandes melalui sentuhan lambung yang membuat gelandang Swiss itu kehilangan keseimbangan.
Messi juga nyaris mencetak gol lewat tendangan jarak jauh yang tipis melambung serta sepakan keras mendatar yang berhasil ditepis kiper Diego Benaglio.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir melalui adu penalti, Messi kembali menunjukkan kelasnya.
Pada menit ke-117, ia menggiring bola dari tengah lapangan, melewati Gokhan Inler dan Fabian Schar sebelum mengirim umpan terobosan akurat kepada Angel Di Maria.
Tanpa kesalahan, Di Maria melepaskan penyelesaian satu sentuhan yang menaklukkan Benaglio dan memastikan kemenangan Argentina 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan dan mengantar Argentina menuju babak perempat final.
Diakui Lawan
Pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, mengakui timnya sebenarnya telah bermain baik, namun Messi hanya membutuhkan satu momen untuk menentukan hasil pertandingan.
“Kami tahu Messi bisa menentukan pertandingan hanya dalam satu detik. Dia memiliki kualitas seperti itu,” kata Hitzfeld.
Sementara Sabella menilai momen tersebut lahir dari kemampuan Messi membaca ruang.
“Ketika Messi menerima bola dalam posisi menguntungkan, dia selalu bisa menciptakan bahaya. Dan itulah yang terjadi ketika dia menemukan Di Maria,” ujarnya.
Messi sendiri mengaku sempat tegang karena Argentina kesulitan membobol pertahanan Swiss.
“Kami gugup karena tidak bisa mencetak gol. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kami tersingkir. Kami tidak ingin pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Pada akhirnya keberuntungan berpihak kepada kami,” ujar Messi.
Catatan Bersejarah
Penampilan melawan Swiss menambah panjang daftar prestasi Messi di Piala Dunia.
Beberapa catatan penting yang masih bertahan hingga kini antara lain:
Menjadi pemain dengan assist di lima edisi Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah.
Mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Swiss 3-1 pada laga persahabatan tahun 2012.
Terpilih sebagai Player of the Match empat kali di Piala Dunia 2014, rekor yang masih bertahan bersama Wesley Sneijder.
Meraih adidas Golden Ball pada Piala Dunia 2014 dan kembali memenangkannya di Qatar 2022, menjadikannya satu-satunya pemain yang dua kali meraih penghargaan pemain terbaik turnamen tersebut.
Ujian Berat Menanti Argentina
Kini, 12 tahun setelah duel bersejarah di Sao Paulo, Argentina kembali harus menghadapi Swiss di babak gugur Piala Dunia.
Meski masih diperkuat Lionel Messi, La Albiceleste dipastikan menghadapi tantangan yang berbeda. Swiss datang ke perempat final dengan status tim yang belum terkalahkan sepanjang turnamen dan sukses menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti.
Bagi Argentina, laga ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, tetapi juga kesempatan bagi Messi untuk kembali menghadirkan keajaiban yang pernah ia tunjukkan saat menyingkirkan Swiss di Piala Dunia 2014. []





















Komentar