ACEHFOOTBALL.net — Timnas Mesir menorehkan sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026. Untuk pertama kalinya, The Pharaohs berhasil memenangi pertandingan fase gugur setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti 4-2 usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada babak 32 besar di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026) WIB.
Keberhasilan itu bukan hanya memastikan langkah Mesir ke babak 16 besar, tetapi juga memicu euforia di seluruh negeri.
Penyerang Haissem Hassan mengatakan kemenangan tersebut dipersembahkan untuk sekitar 120 juta rakyat Mesir yang telah memberikan dukungan tanpa henti.
“Luar biasa. Kami tahu ada 120 juta orang di Mesir yang hari ini kami buat bahagia. Saya yakin perayaan sedang berlangsung di seluruh negeri,” ujar Hassan kepada FIFA.
“Mengetahui begitu banyak orang bahagia karena kami, itu juga membuat kami sangat bahagia. Hari ini adalah hari yang sempurna.”
Mesir lebih dahulu memimpin pertandingan sebelum Australia menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri pada babak kedua. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Menurut Hassan, tekanan besar terasa sepanjang pertandingan, terutama saat memasuki babak tos-tosan.
“Ini pertandingan yang penuh emosi. Kami unggul, lalu mereka menyamakan kedudukan. Kedua tim sama-sama punya peluang. Dalam adu penalti, Anda hanya punya dua kemungkinan: lolos atau tersingkir. Tekanannya sangat besar, tetapi syukurlah kami berhasil menang.”
“Hari ini kami telah menulis sejarah bagi Mesir.”
Kiper Mostafa Shoubir juga menjadi salah satu pahlawan kemenangan Mesir. Putra legenda kiper Ahmed Shoubir itu menyebut keberhasilan timnya lahir dari karakter pantang menyerah yang sudah melekat dalam sepak bola Mesir.
“Itu adalah grinta khas Mesir. Semangat juang itu seperti sudah ada dalam genetika kami. Kami akan terus berjuang sampai akhir, apa pun yang terjadi,” kata Shoubir.
Meski dihantam badai cedera, menurutnya seluruh pemain tetap memberikan segalanya demi negara dan para pendukung.
“Kami berjuang untuk para suporter, untuk negara, dan untuk diri kami sendiri. Sejarah telah tercipta. Kami bahkan sulit mempercayai apa yang telah kami capai.”
Shoubir mengungkapkan sejak hari pertama tiba di Amerika Utara, skuad Mesir telah bersepakat bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi peserta Piala Dunia.
“Sejak awal kami berkata satu sama lain bahwa kami tidak datang ke sini hanya untuk bermain di fase grup lalu pulang. Kami ingin melangkah lebih jauh. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan Tuhan memberikan hasil terbaik.”
Mesir akan menghadapi Argentina di babak 16 besar yang akan digelar pada 7 Juli di Atlanta.
Namun Hassan menegaskan timnya ingin menikmati momen bersejarah ini terlebih dahulu sebelum kembali fokus menghadapi laga berikutnya.
“Sekarang kami hanya ingin merayakan kemenangan ini. Ada waktunya bekerja dan ada waktunya merayakan. Setelah itu kami akan mulai mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.”
Keberhasilan lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian terbaik Mesir di Piala Dunia modern sekaligus menegaskan bahwa The Pharaohs bukan lagi sekadar pelengkap turnamen.
Dengan mental baja dan semangat juang yang mereka sebut sebagai “grinta Mesir”, wakil Afrika Utara itu kini siap menantang siapa pun di fase berikutnya.





















Komentar