ACEHFOOTBALL.net — Mohamed Salah semakin dekat mengukir sejarah baru bersama tim nasional Mesir.
Gol yang dicetak saat membawa Mesir menaklukkan Selandia Baru 3-1 pada laga Grup G Piala Dunia 2026 membuat koleksi gol internasionalnya mencapai 68 gol, hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa yang dipegang pelatihnya sendiri, Hossam Hassan.
Gol tersebut tidak hanya mendekatkan Salah pada status pencetak gol terbanyak dalam sejarah Mesir, tetapi juga membantu The Pharaohs meraih kemenangan pertama mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
Usai pertandingan, bintang Liverpool itu mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari pencapaian bersejarah tersebut.
“Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkannya. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi seluruh pemain dan staf pelatih,” kata Salah.
“Kami memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya sebagai juara grup. Mungkin beberapa tahun ke depan masyarakat Mesir akan mengingat ini sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah kami,” ujarnya.
Mesir akhirnya memecahkan kutukan yang telah berlangsung selama 92 tahun. Sejak tampil pertama kali pada Piala Dunia 1934 di Italia, kemudian kembali pada 1990 dan 2018, mereka belum pernah merasakan kemenangan hingga sukses menundukkan Selandia Baru di Piala Dunia 2026.
Dalam laga tersebut, Salah berperan besar. Ia lebih dulu memberikan assist kepada Zizo untuk menyamakan kedudukan sebelum mencetak gol kedua melalui aksi individu yang memukau.
Gol itu menjadi gol internasional ke-68 Salah dan membuatnya semakin dekat dengan rekor Hossam Hassan yang mencetak 69 gol untuk Mesir.
Jika kembali mencetak gol saat menghadapi Iran pada pertandingan terakhir Grup G, Salah akan menyamai rekor sang pelatih. Bahkan, satu gol tambahan akan menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Mesir.
Perjalanan Salah menuju puncak daftar pencetak gol Mesir dipenuhi berbagai momen bersejarah.
Salah satu yang paling dikenang terjadi pada 8 Oktober 2017 ketika ia mencetak dua gol ke gawang Kongo DR dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018.
Gol penalti pada masa injury time memastikan kemenangan Mesir dan mengakhiri penantian 28 tahun negara itu untuk kembali tampil di putaran final Piala Dunia.
Di level Afrika, Salah juga menjadi sosok penting yang membawa Mesir mencapai final Piala Afrika 2017. Gol pembuka yang dicetaknya ke gawang Burkina Faso pada semifinal menjadi salah satu gol paling ikonik dalam karier internasionalnya.
Tak hanya itu, pemain berusia 34 tahun tersebut juga terus memecahkan berbagai rekor di fase kualifikasi Piala Dunia.
Saat menghadapi Djibouti pada awal kualifikasi Piala Dunia 2026, Salah mencetak empat gol sekaligus dan melampaui rekor Mohamed Aboutrika sebagai pencetak gol terbanyak Mesir di kualifikasi Piala Dunia.
Beberapa bulan kemudian, kembali melawan Djibouti, ia mencetak dua gol yang mengantarkan Mesir lolos ke Piala Dunia 2026.
Catatan itu sekaligus menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kualifikasi Piala Dunia zona Afrika dengan 20 gol.
Kini, satu target besar lainnya sudah berada di depan mata.
Dengan 68 gol dari tim nasional, Mohamed Salah hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor Hossam Hassan dan dua gol untuk berdiri sendirian sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir.
Jika mampu melakukannya saat menghadapi Iran, Salah tidak hanya akan membawa Mesir semakin dekat ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Mesir.





















Komentar