ACEHFOOTBALL.net — Striker Belgia, Romelu Lukaku, mengakui timnya harus segera memperbaiki ketenangan dan penyelesaian akhir setelah kembali gagal meraih kemenangan di Piala Dunia 2026.
Hasil imbang tanpa gol melawan Iran membuat posisi Belgia semakin tertekan menjelang laga terakhir Grup G.
Setelah sebelumnya ditahan Mesir 1-1, Belgia kembali kehilangan poin saat bermain 0-0 melawan Iran di Stadion Los Angeles, Minggu (21/6/2026). Hasil tersebut membuat Setan Merah baru mengoleksi dua poin dari dua pertandingan.
Padahal, Belgia tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka menguasai hampir 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan ke arah pertahanan Iran.
Namun dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. “Kami harus tetap mengendalikan emosi, tetap tenang, dan menjaga ketenangan dalam permainan,” kata Lukaku pada FIFA.
“Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki. Saya pikir para pemain juga menyadari hal itu,” lanjut penyerang berusia 33 tahun tersebut.
Statistik menunjukkan Belgia mencatat jumlah tembakan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia tanpa mencetak gol sejak edisi 1994 di Amerika Serikat.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengakui timnya seharusnya mampu memenangkan pertandingan. Menurutnya, secara taktik Belgia telah menjalankan rencana permainan dengan baik, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang tercipta.
“Tentu kami berharap memulai turnamen dengan lebih baik dan memenangkan pertandingan,” ujar Garcia.
“Kami mendominasi permainan seperti yang kami inginkan. Kami tahu Iran akan mengandalkan serangan balik dan bola mati. Kami mampu mengantisipasinya, tetapi kurang efektif di depan gawang. Jika tidak mencetak gol, Anda tidak akan memenangkan pertandingan,” katanya.
Gelandang Belgia, Nicolas Raskin, juga mengungkapkan rasa frustrasinya setelah melihat timnya berkali-kali gagal membongkar pertahanan rapat Iran.
“Saya sangat kecewa. Kami menguasai pertandingan, tetapi bola seolah tidak berpihak kepada kami di sepertiga akhir lapangan,” ujarnya.
“Segalanya berjalan baik untuk mereka dan penjaga gawang Iran tampil luar biasa,” tambah Raskin.
Situasi Belgia semakin rumit setelah bek Nathan Ngoy menerima kartu merah sehingga tim harus bermain dengan 10 orang pada sekitar 30 menit terakhir pertandingan.
Meski demikian, sorotan utama tetap tertuju pada kegagalan mereka menyelesaikan peluang ketika masih bermain dengan kekuatan penuh.
Kini Belgia menghadapi laga hidup-mati melawan Selandia Baru pada pertandingan terakhir Grup G. Kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur tanpa bergantung pada hasil tim lain.
Namun Lukaku menegaskan timnya belum kehilangan keyakinan.
“Kami membutuhkan hasrat, komitmen, dan semangat juang,” katanya.
“Ini Piala Dunia, panggung terbesar dalam sepak bola. Kami tidak ingin pulang lebih cepat. Kami ingin melangkah sejauh mungkin dan menempatkan diri pada posisi terbaik. Kami akan berjuang untuk itu.”
Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Belgia kini tidak memiliki ruang lagi untuk melakukan kesalahan jika ingin menghindari salah satu kegagalan terbesar mereka di panggung Piala Dunia.
Sumber: Fifa





















Komentar